
Pemerintah Jerman menetapkan batas waktu pertengahan April untuk mencapai kesepakatan dengan Prancis terkait proyek pesawat tempur FCAS yang sedang mengalami krisis. Penetapan tenggat ini bertujuan untuk memprioritaskan keputusan anggaran federal yang akan segera diumumkan.
Langkah ini muncul setelah pertemuan antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz menjelang KTT pemimpin Uni Eropa. Kedua negara sepakat untuk melakukan usaha mediasi terakhir yang akan melibatkan para ahli dari industri terkait.
Krisis Proyek FCAS dan Perselisihan Antara Industri
Proyek FCAS adalah inisiatif bersama Jerman, Prancis, dan Spanyol untuk mengembangkan sistem tempur udara futuristik bernilai 100 miliar euro. Namun, prospek kerja sama ini mulai goyah karena perseteruan publik antara Dassault Aviation dari Prancis dan Airbus yang mewakili Jerman dan Spanyol.
Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Macron di Brussel, proyek ini memiliki nilai strategis yang penting dan pemerintahnya akan mendorong kedua perusahaan untuk mencari titik temu. Macron menyatakan bahwa sebuah misi perdamaian antara Airbus dan Dassault akan diluncurkan dalam beberapa minggu mendatang dengan pendekatan yang tenang dan hormat.
Kontroversi Pengendalian dan Tahapan Selanjutnya
Rencana FCAS mencakup pengembangan armada pesawat tempur berawak yang terhubung secara digital dengan drone tempur, yang dijadwalkan menggantikan Dassault Rafale dan Eurofighter mulai 2040. Namun, konflik utama muncul saat memasuki fase demonstrator terbang.
Dassault menuntut pengendalian yang lebih jelas atas bagian inti pesawat tempur, termasuk penentuan pemasok, dengan memberikan fleksibilitas serupa kepada Airbus pada bagian yang kini dikuasai oleh perusahaan tersebut. Sebaliknya, Airbus menegaskan bahwa kesepakatan lama yang menuntut persamaan hak antara mitra harus tetap berlaku.
Poin-poin Penting Mediasi Proyek FCAS:
- Mediasi akan dilakukan oleh para ahli dari industri terkait sebagai upaya terakhir mencapai kesepakatan.
- Tenggat waktu hasil mediasi ditentukan sebelum pertengahan April, terkait kesiapan keputusan anggaran federal Jerman.
- Fokus utama konflik adalah pengendalian atas bagian inti pesawat tempur dan pemilihan pemasok.
- Airbus dan Dassault diminta menemukan kompromi dengan cara yang konstruktif dan menghormati satu sama lain.
- Proyek dijadwalkan menghasilkan sistem tempur udara yang beroperasi mulai 2040, menggantikan armada lama di masing-masing negara.
Pentingnya proyek FCAS bagi pertahanan Eropa membuat kedua negara berusaha keras menyelamatkan kerja sama ini. Namun, ketegangan antara Airbus dan Dassault masih menjadi hambatan utama yang harus dituntaskan dalam waktu dekat. Pemerintah Jerman dan Prancis tampak bersikeras agar proyek strategis ini dapat berjalan sesuai rencana dengan kesepakatan yang jelas.









