Makna Sakral Choul Chnam Thmey, Rangkaian Tradisi Keramat di Phnom Penh

Perayaan Tahun Baru Kamboja 2026 atau Choul Chnam Thmey resmi dimulai di Phnom Penh pada Selasa, 14 April 2026, lewat upacara sakral di Wat Phnom. Momen ini menandai awal rangkaian perayaan selama tiga hari, dari 14 April hingga 16 April, yang menjadi tradisi terbesar di Kamboja dan tahun ini terhubung dengan festival Nokor Sangkranta 2026.

Pembukaan di Wat Phnom berlangsung khidmat dan dihadiri pejabat tinggi, warga lokal, serta wisatawan asing. Prosesi penyambutan tahun baru bagi para dewa dipimpin oleh Hun Many, yang menjabat presiden Persatuan Pemuda Kamboja (UYFC), wakil perdana menteri, sekaligus menteri urusan publik Kamboja.

Makna spiritual di balik Choul Chnam Thmey

Choul Chnam Thmey bukan hanya perayaan kalender, tetapi juga ritual keagamaan yang kuat dalam kehidupan masyarakat Kamboja. Di negara yang memiliki lebih dari 5.100 kuil dan mayoritas penduduk beragama Buddha ini, tahun baru menjadi waktu untuk berdoa, memberi persembahan, dan membersihkan batin.

Warga datang ke kuil untuk membawa sesaji, memberi sedekah, dan mendengarkan khotbah para biksu. Ritual tersebut dipahami sebagai cara menyambut kehidupan baru dengan harapan akan berkah, kedamaian, serta keharmonisan keluarga.

Bagi banyak warga, tahun baru juga menjadi momen pulang kampung. Tradisi itu masih kuat di Phnom Penh, di mana sebagian besar penduduk memilih kembali ke daerah asal untuk merayakan hari besar bersama keluarga besar.

Ritual keluarga tetap hidup di tengah kota

Tidak semua warga meninggalkan Phnom Penh saat tahun baru tiba. Sejumlah keluarga tetap tinggal di ibu kota untuk menjalankan ritual penyambutan dewa di rumah masing-masing dengan menyiapkan buah dan manisan sebagai persembahan.

Salah satu warga, Kol Tararet, 57 tahun, memilih tetap berada di Distrik Boeung Keng Kong dan tidak pulang ke Provinsi Kandal. Ia menyiapkan persembahan sederhana sebagai simbol doa agar keluarganya mendapat berkah, keharmonisan, dan ketenangan.

“Pada kesempatan ini, masyarakat Kamboja di seluruh negeri melakukan ritual tradisional menyambut para dewa, dengan harapan menerima berkah, keharmonisan keluarga, dan kedamaian,” ujar Kol Tararet, dikutip dari VietnamPlus pada Kamis, 16 April 2026.

Nokor Sangkranta 2026 untuk pertama kalinya digelar di Phnom Penh

Tahun ini, perayaan Tahun Baru Kamboja di Phnom Penh mendapat warna baru lewat festival Nokor Sangkranta 2026. Untuk pertama kalinya, festival budaya dan pariwisata ini digelar di ibu kota, berbeda dari Angkor Sangkranta yang selama ini identik dengan Siem Reap.

Festival berlangsung selama enam hari, dari Selasa, 14 April 2026, hingga Minggu, 19 April 2026. Panitia menyiapkan lebih dari 20 kegiatan yang memadukan unsur budaya, seni, dan keagamaan untuk menarik partisipasi masyarakat serta wisatawan.

Pusat kegiatan berada di Wat Phnom atau Pagoda Gunung, lalu menyebar ke sejumlah titik lain seperti Toul Tumpung Market di distrik Chamkar Mon dan kawasan pejalan kaki di depan Istana Kerajaan Phnom Penh. Penempatan lokasi ini membuat suasana festival terasa dekat dengan ruang publik dan mudah dijangkau pengunjung.

Rangkaian tradisi yang menjadi daya tarik festival

Perayaan Tahun Baru Kamboja dikenal kaya dengan simbol dan ritual yang diwariskan turun-temurun. Di Phnom Penh, masyarakat dan wisatawan bisa menyaksikan tradisi membangun gunung pasir, berjalan mengelilingi patung Buddha, hingga upacara memandikan patung Buddha.

Ada pula pawai budaya Nokor Sangkranta yang menjadi salah satu agenda paling dinanti. Pawai ini menampilkan ragam seni, kostum tradisional, dan ekspresi budaya lokal yang memperlihatkan identitas Kamboja secara langsung di ruang publik.

Berikut beberapa tradisi yang menonjol dalam perayaan ini:

  1. Membawa persembahan ke kuil untuk berdoa dan memberi sedekah.
  2. Menyiapkan sesaji di rumah bagi keluarga yang tidak pulang kampung.
  3. Membangun gunung pasir sebagai bagian dari ritual keagamaan.
  4. Mengelilingi dan memandikan patung Buddha.
  5. Mengikuti pawai budaya dan pertunjukan seni tradisional.

Rangkaian itu menjadikan tahun baru bukan sekadar perayaan, tetapi juga sarana pendidikan budaya bagi generasi muda. Kehadiran wisatawan asing ikut memperluas jangkauan perayaan sebagai atraksi budaya yang autentik.

Phnom Penh menjadi pusat promosi budaya dan wisata

Pemerintah dan penyelenggara tampak memanfaatkan momen tahun baru untuk memperkuat citra Phnom Penh sebagai destinasi budaya. Festival ini tidak hanya menonjolkan nilai religius, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi melalui kunjungan wisata dan aktivitas publik di pusat kota.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga muda yang ikut dalam kegiatan festival. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa tradisi tahunan ini masih relevan di tengah perubahan gaya hidup perkotaan dan tetap punya tempat penting dalam identitas nasional Kamboja.

Perayaan serentak juga berlangsung di berbagai daerah di seluruh Kamboja dengan festival lokal, permainan tradisional, pertunjukan seni, dan aktivitas budaya lain. Di Phnom Penh, kombinasi ritual sakral dan festival publik membuat Tahun Baru Kamboja 2026 terasa lebih terbuka, meriah, dan tetap berakar kuat pada tradisi spiritual masyarakat.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button