
Komisi Eropa meminta negara-negara anggota Uni Eropa menyiapkan langkah dukungan untuk menghadapi krisis energi, termasuk mendorong kebijakan kerja dari jarak jauh atau work from anywhere. Dorongan ini muncul di tengah kekhawatiran atas pasokan energi yang terganggu dan tekanan yang bisa berdampak pada aktivitas ekonomi di berbagai negara.
Dalam dokumen yang dikutip Financial Times, perusahaan didorong untuk memberi sedikitnya satu hari kerja dari mana pun. Komisi juga mempertimbangkan langkah lain seperti subsidi transportasi umum, serta pengurangan PPN untuk pompa kalor, boiler, dan panel surya.
Dorongan penghematan energi di tengah tekanan pasokan
Komisi Eropa disebut akan mengumumkan target elektrifikasi baru dan dukungan bagi negara-negara Uni Eropa untuk mengembangkan program sewa sosial bagi teknologi ramah lingkungan. Skema itu mencakup pompa kalor dan kendaraan listrik agar masyarakat lebih mudah mengakses perangkat hemat energi.
Selain insentif, Komisi juga diperkirakan akan merekomendasikan penghematan konsumsi gas dan minyak. Panduan serupa pernah dikeluarkan Brussel pada 2022, sehingga pendekatan ini bukan hal baru dalam respons Uni Eropa terhadap potensi krisis energi.
Krisis yang memicu langkah darurat
Laporan tersebut muncul ketika gangguan di Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran pasar energi global. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan telah menutup Selat Hormuz sejak Sabtu malam dan pembatasan itu akan berlaku sampai blokade Angkatan Laut AS dicabut sepenuhnya.
Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai menutup semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz. Jalur itu menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan LNG global, sehingga setiap gangguan di kawasan ini berpotensi menekan rantai pasok energi internasional.
Washington menegaskan kapal non-Iran tetap bisa lewat Selat Hormuz selama tidak membayar bea masuk ke Teheran. Hingga kini, otoritas Iran belum mengumumkan penerapan bea masuk, meski rencana itu dikabarkan sudah dibahas.
WFA dipandang sebagai opsi cepat
Di tengah situasi tersebut, kebijakan kerja dari jarak jauh menjadi salah satu opsi cepat untuk menjaga mobilitas tetap efisien dan menekan konsumsi energi transportasi. Komisi Eropa melihat kebijakan ini sebagai bagian dari paket dukungan yang lebih luas, bukan solusi tunggal untuk krisis yang sedang berkembang.
Dorongan itu juga sejalan dengan upaya Uni Eropa mempercepat perubahan ke teknologi yang lebih hemat energi. Kombinasi antara WFA, subsidi transportasi umum, insentif pajak, dan dukungan elektrifikasi menunjukkan bahwa Brussel ingin mendorong negara anggota bergerak lebih cepat saat tekanan pasokan energi meningkat.









