
Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat dengan rangkaian peristiwa yang melibatkan Israel, Lebanon, Iran, Suriah, dan Amerika Serikat. Situasi ini memicu kekhawatiran baru atas rapuhnya gencatan senjata, terganggunya jalur diplomasi, hingga dampak langsung terhadap warga sipil dan pasar energi global.
Di lapangan, pergerakan warga yang sempat mengungsi di Lebanon selatan mulai berlangsung di tengah peringatan militer Israel agar masyarakat tidak kembali ke puluhan desa. Israel menyebut aktivitas Hezbollah di wilayah itu melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pekan lalu, sementara ribuan warga yang mengungsi sudah mulai pulang sejak truce berlaku pada Jumat.
Lebanon berada di bawah tekanan baru
Pemerintah dan militer Lebanon juga menghadapi situasi yang belum stabil karena sejumlah infrastruktur masih terdampak serangan. Militer Lebanon menyebut telah membuka kembali jalan dan jembatan antara Nabatieh dan Khardali yang sebelumnya rusak akibat serangan Israel di selatan.
Di saat yang sama, menteri pertahanan Israel Israel Katz menegaskan pasukannya akan memakai “full force” di Lebanon jika tentaranya menghadapi ancaman dari Hezbollah, termasuk selama gencatan senjata yang masih berjalan. Sikap itu memperlihatkan bahwa jeda pertempuran belum sepenuhnya mengurangi risiko bentrokan baru di perbatasan.
Diplomasi masih tersendat
Upaya meredakan konflik juga belum menunjukkan kemajuan berarti karena Iran dilaporkan tidak berencana menghadiri pembicaraan dengan Amerika Serikat. Media negara Iran menyebut tidak ada rencana untuk ikut putaran berikutnya dari dialog Iran-AS, meski Presiden Donald Trump mengatakan telah mengirim negosiator ke Islamabad.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Minggu mengatakan telah berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan menyebut percakapan itu “hangat dan konstruktif”. Ia juga menegaskan kesiapan pemerintah Pakistan untuk menjadi mediator dalam konflik ini.
Ketegangan militer meluas ke laut dan udara
Ketegangan tidak hanya terjadi di darat, tetapi juga di perairan Teluk Oman. Trump mengatakan kapal perusak USS Spruance menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran, Touska, lalu marinir AS memeriksa isi kapal tersebut.
Iran merespons dengan mengklaim telah meluncurkan drone ke arah kapal-kapal militer AS setelah salah satu kapal miliknya disita. Laporan ini menambah risiko bentrokan langsung di jalur pelayaran strategis yang selama ini sangat sensitif bagi kawasan maupun perdagangan energi dunia.
Harga minyak ikut melonjak
Reeskalasi konflik ikut mendorong harga minyak naik tajam setelah Iran menutup Selat Hormuz pada akhir pekan, hanya sehari setelah sempat membukanya kembali. Keputusan itu diambil dengan alasan adanya blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat, dan langsung memengaruhi sentimen pasar global.
Bursa saham Eropa juga dibuka melemah karena pelaku pasar menanggapi negatif kabar bahwa Tehran belum berencana hadir dalam pembicaraan damai. Pergerakan ini menunjukkan konflik di Timur Tengah terus merembet ke sektor keuangan dan energi internasional.
Iran dan Suriah sama-sama bergerak
Di dalam negeri Iran, otoritas kehakiman menyatakan telah mengeksekusi dua pria yang dinyatakan bersalah memiliki kaitan dengan badan intelijen Israel. Situs Mizan Online menyebut hukuman mati Mohammad Masoom-shahi dan Hamed Validi dilaksanakan pada dini hari, menjadi bagian terbaru dari rangkaian eksekusi sejak perang dengan Israel dan Amerika Serikat pecah.
Sementara itu, Suriah mengatakan pasukannya menggagalkan serangan lintas batas di provinsi selatan Quneitra oleh sel yang disebut terkait Hezbollah. Pemerintah Suriah menyebut rencana itu melibatkan peralatan peluncur roket tersembunyi di kendaraan sipil dan ditujukan untuk menggoyang stabilitas kawasan, meski Hezbollah membantah tuduhan tersebut.
Insiden simbolik dan sorotan publik
Di tengah eskalasi militer, militer Israel juga menanggapi foto yang beredar di media sosial tentang seorang tentara di Lebanon selatan yang memukul patung Yesus Kristus. Tentara Israel menyebut gambar itu autentik dan berasal dari salah satu pasukannya, lalu mengecam perilaku tersebut sebagai sesuatu yang sama sekali tidak sesuai dengan nilai yang diharapkan dari personelnya.
Peristiwa ini menambah dimensi simbolik dalam konflik yang sudah sarat emosi, identitas, dan sensitivitas agama. Di sisi lain, Prancis mengatakan Presiden Emmanuel Macron akan bertemu Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam di Paris, sehari setelah seorang penjaga perdamaian Prancis tewas di Lebanon dan saat gencatan senjata 10 hari masih sangat rapuh.
Pembukaan kembali penerbangan belum menghapus risiko
Iran juga mengumumkan akan kembali membuka penerbangan internasional dari bandara Mashhad di timur laut negara itu pada Senin. Langkah ini memberi sinyal adanya aktivitas normalisasi terbatas, tetapi belum cukup untuk meredakan ketegangan yang masih ditentukan oleh keputusan militer, dinamika diplomasi, dan risiko eskalasi lanjutan di berbagai titik kawasan.









