Kapal Taipan Rusia Lewati Selat Hormuz, Di Tengah Bayang-Bayang Perang AS-Iran

Kapal pesiar super mewah Nord milik taipan baja Rusia, Alexei Mordashov, dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz di tengah memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pergerakan kapal sepanjang 142 meter itu terpantau lewat layanan pelacakan kapal Vesselfinder dan MarineTraffic, yang menunjukkan Nord meninggalkan Dubai pada Jumat dan sedang menuju Oman.

Laporan itu menjadi sorotan karena jalur Selat Hormuz berada di pusat eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam kondisi seperti ini, setiap pergerakan kapal besar, terutama kapal yang terkait dengan tokoh yang dikenai sanksi, ikut menarik perhatian pasar dan pengamat keamanan maritim.

Rute Nord terpantau lewat selatan Pulau Larak

Mengutip Meduza, kapal Nord mengambil jalur di selatan Pulau Larak saat melintas di Selat Hormuz. Posisi itu terlihat dalam data pelacakan yang juga mencatat kapal tersebut tetap bergerak keluar dari Dubai menuju Oman.

NBC News melaporkan rute tersebut sebagai salah satu penyeberangan yang berlangsung di tengah pengawasan ketat terhadap perairan strategis itu. Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu jalur pelayaran paling sensitif di dunia karena menghubungkan lalu lintas energi dan logistik penting dari kawasan Teluk.

Kapal milik Alexandr Mordashov dan riwayat sanksi

Alexei Mordashov merupakan pemilik utama perusahaan baja Rusia, Severstal, dan pada 2026 menempati posisi teratas dalam daftar tahunan orang terkaya Rusia dengan estimasi kekayaan US$ 37 miliar. Forbes Rusia mencatat, itu menjadi pertama kalinya dalam sejarah daftar tersebut kekayaan seorang miliarder Rusia melampaui US$ 30 miliar.

Nord sendiri bukan kapal biasa. Kapal itu dibangun oleh galangan kapal Jerman, Lürssen, lalu diserahkan kepada Mordashov pada 2021, sebelum kemudian berpindah registrasi dari bendera Kepulauan Cayman ke Rusia pada awal 2022 setelah sang pemilik dikenai sanksi internasional.

Pada Juni 2023, kapal tersebut sempat kembali ke Vladivostok setelah hampir setahun berada di luar negeri. Riwayat itu membuat Nord kerap menjadi perhatian saat muncul di jalur pelayaran internasional yang rawan secara politik dan keamanan.

Kapal lain juga melintas di jalur yang sama

Selain Nord, MarineTraffic juga mencatat dua kapal tanker lain yang dikenai sanksi Amerika Serikat, yaitu Ocean Jet dan Lumina Ocean, ikut melintas di Selat Hormuz pada malam hingga Sabtu waktu setempat. Data itu menunjukkan lalu lintas kapal di kawasan tersebut tetap berjalan meski ketegangan geopolitik belum mereda.

Tidak hanya kapal tanker, lima kapal kargo tambahan termasuk satu kapal berbendera Iran dan sebuah feri penumpang dari Oman juga tercatat menyeberang pada rentang waktu Jumat sore hingga Sabtu pagi. Temuan ini memperlihatkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tetap berlangsung dalam kondisi pengawasan yang tinggi.

Ketegangan Iran-AS memengaruhi jalur pelayaran

Iran dilaporkan memblokir Selat Hormuz sejak pecahnya perang dengan Amerika Serikat dan Israel, yang kemudian berdampak pada situasi geopolitik di Timur Tengah. Sebagai respons, Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran, meski Komando Pusat AS menegaskan langkah itu tidak ditujukan untuk menghambat distribusi barang.

Di tengah situasi tersebut, keberhasilan Nord menyeberang menjadi penanda bahwa jalur strategis itu masih bisa dilalui kapal tertentu, meski risiko dan pengawasan di perairan sekitar tetap tinggi. Pergerakan kapal-kapal lain yang terdeteksi dalam periode yang sama juga menunjukkan Selat Hormuz masih berfungsi sebagai koridor pelayaran penting di tengah tensi militer yang belum stabil.

Source: www.beritasatu.com

Terkait