Mojtaba Khamenei Ancam AS, Timur Tengah Tak Lagi Jadi Tempat Aman

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dengan menyebut negara-negara di Timur Tengah tidak lagi bisa dijadikan tameng bagi militer AS. Pesan itu disampaikan melalui pernyataan tertulis yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Selasa waktu setempat.

Dalam pernyataan yang dikaitkan dengan peringatan Idul Adha itu, Mojtaba menegaskan bahwa arah situasi kawasan sudah berubah. Ia menyebut “roda waktu tidak akan berputar mundur” dan menilai bangsa-bangsa di kawasan tidak akan lagi melindungi pangkalan-pangkalan Amerika.

Tekanan terhadap posisi AS di kawasan

Mojtaba juga mengatakan Amerika Serikat semakin kehilangan pijakan di Timur Tengah. Menurutnya, Washington kini tidak lagi memiliki tempat aman untuk melakukan agresi atau membangun pangkalan militer di kawasan tersebut.

Pernyataan itu memperlihatkan nada keras Iran di tengah hubungan yang masih tegang dengan Amerika Serikat. Di saat yang sama, kedua pihak masih disebut terus berkomunikasi untuk mencari jalan keluar dari perang yang pecah pada 28 Februari lalu dan kemudian meluas ke berbagai wilayah.

Gencatan senjata rapuh masih berjalan

Saat ini, gencatan senjata rapuh berlaku sejak 8 April, tetapi sejumlah insiden tetap memicu kekhawatiran. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Teheran dan Washington sudah mencapai beberapa kesepahaman dalam pembicaraan, namun belum ada kesepakatan final yang bisa segera diumumkan.

Situasi di lapangan juga masih diwarnai saling tuding. Pada Selasa, Garda Revolusi Iran mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah drone Amerika Serikat dan melepaskan tembakan ke beberapa pesawat lain yang mencoba memasuki wilayah udara Iran.

Iran ancam balasan bila gencatan senjata dilanggar

Garda Revolusi tidak menjelaskan kapan insiden drone itu terjadi, tetapi mereka menegaskan peringatan keras terhadap setiap pelanggaran gencatan senjata oleh militer AS. Dalam pernyataannya, Iran juga menyebut hak untuk melakukan serangan balasan sebagai sesuatu yang sah dan akan dijalankan bila diperlukan.

Di sisi lain, Komando Pusat Militer Amerika Serikat menyatakan pasukannya menyerang lokasi rudal di Iran selatan serta kapal-kapal yang diduga hendak memasang ranjau. Iran belum mengonfirmasi serangan itu secara resmi, meski media pemerintah melaporkan adanya ledakan di Bandar Abbas, kota pelabuhan di selatan Iran, tanpa menjelaskan sumbernya.

Pernyataan Mojtaba Khamenei menambah ketegangan dalam dinamika Iran-AS yang masih jauh dari stabil. Di tengah negosiasi yang belum menghasilkan kesepakatan final, masing-masing pihak tetap menunjukkan kesiapan untuk merespons setiap pelanggaran yang dianggap mengancam keamanan mereka di Timur Tengah.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait

Back to top button