
Presiden China Xi Jinping diprediksi akan membawa isu akses Beijing ke Sungai Tumen dalam kunjungannya selama dua hari ke Korea Utara yang dimulai pada Senin, 8/6/2026. Pembahasan itu dinilai penting karena Sungai Tumen bermuara ke Laut Jepang, tetapi China belum memiliki akses maritim langsung melalui jalur tersebut.
Sungai Tumen menjadi perhatian karena melintasi kawasan perbatasan China, Korea Utara, dan Rusia. Posisi geografis itu membuat setiap rencana pengembangan jalur pelayaran di muara sungai tidak bisa diputuskan sepihak, melainkan membutuhkan persetujuan dari negara-negara terkait.
Akses ke Laut Jepang masih sulit dicapai
Sumber diplomatik yang memahami hubungan China–Korea Utara menilai peluang Beijing memperoleh akses langsung ke Laut Jepang tetap kecil. Mereka melihat Rusia dan Korea Utara memiliki kekhawatiran tersendiri terhadap meningkatnya pengaruh China di kawasan muara sungai.
Kekhawatiran itu juga terkait kemungkinan pemanfaatan jalur tersebut untuk kepentingan militer. Karena itu, pembahasan soal Sungai Tumen diperkirakan akan berlangsung hati-hati dan tidak mudah menghasilkan terobosan besar.
Isu ini sudah dibahas dengan Rusia
Pada Mei lalu, Xi Jinping juga sudah mengangkat topik yang sama bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan di Beijing. Dalam pernyataan bersama, kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen untuk melanjutkan konsultasi trilateral dengan Korea Utara.
Konsultasi itu merujuk pada perjanjian tahun 1991 antara China dan Uni Soviet. Meski begitu, hingga kini kemajuan untuk mengembangkan jalur pelayaran bagi kapal-kapal China di sungai tersebut masih terbatas.
Hambatan teknis di kawasan muara
Salah satu kendala utama ada di bagian akhir Sungai Tumen, terutama wilayah yang menjadi batas Korea Utara dan Rusia. Agar kapal-kapal China bisa melintas, izin dari Rusia dan Korea Utara tetap diperlukan.
Selain soal izin, infrastruktur di kawasan itu juga menjadi tantangan. Jembatan kereta api peninggalan era Soviet yang melintasi sungai disebut perlu direnovasi karena ketinggiannya rendah dan menghambat kapal kargo lewat.
Di sisi lain, jembatan jalan raya baru Rusia–Korea Utara di atas Sungai Tumen sudah selesai dibangun. Kantor berita Rusia TASS melaporkan jembatan itu diperkirakan resmi dibuka pada akhir Juni 2026.
Pertemuan Xi dan Kim Jong Un jadi sorotan
Media Taiwan melaporkan Xi Jinping kemungkinan kembali mengangkat pengembangan kawasan muara Sungai Tumen saat bertemu Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Xi ke Korea Utara sejak 2019 dan dipantau ketat karena berkaitan dengan kepentingan strategis di kawasan perbatasan.
Dalam konteks hubungan regional, pembahasan Sungai Tumen tidak hanya menyangkut transportasi dan perdagangan. Isu ini juga menyinggung keseimbangan pengaruh China, Rusia, dan Korea Utara di wilayah yang sensitif secara geopolitik itu.
Source: www.beritasatu.com








