Keir Starmer Umumkan Mundur, Inggris Bersiap Cari Perdana Menteri Baru

Author: Qoo Media

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan akan mundur dari jabatannya sebagai pemimpin Partai Buruh sekaligus perdana menteri. Keputusan itu disampaikan pada Senin (22/6/2026) dan langsung membuka spekulasi tentang siapa yang akan memimpin Inggris berikutnya.

Starmer mengatakan ia sudah berbicara dengan Raja Charles III pada hari yang sama. Ia juga menegaskan akan tetap menjabat sementara sampai penggantinya dari Partai Buruh dipilih secara resmi.

Pernyataan Starmer soal pengunduran diri

Dalam pernyataannya kepada publik, Starmer mengakui bahwa partainya telah mempertanyakan apakah dirinya masih sosok yang paling tepat untuk membawa Partai Buruh menuju pemilihan umum berikutnya. Ia menyebut telah menerima jawaban dari partai parlemen dengan “lapang dada”.

Starmer juga meminta para pemimpin partai membuka proses nominasi pengganti pada 9 Juli. Meski begitu, ia belum mengumumkan tanggal pasti saat ia akan benar-benar meninggalkan kantor perdana menteri.

Ia memperkirakan perdana menteri baru akan mulai bertugas pada September 2026, saat parlemen kembali dari masa reses musim panas.

Tekanan politik yang meningkat

Keputusan ini muncul setelah tekanan terhadap kepemimpinan Starmer meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah anggota Partai Buruh dikabarkan mengirim surat yang meminta ia mundur, menyusul hasil buruk partai dalam pemilihan lokal pada Mei lalu.

Dalam pemilihan tersebut, Partai Buruh kehilangan lebih dari 1.000 kursi di dewan lokal. Hasil itu dinilai sebagai sinyal kuat adanya ketidakpuasan pemilih terhadap kinerja pemerintah.

Situasi ini membuat posisi Starmer melemah meski sebelumnya ia membawa Partai Buruh meraih kemenangan besar dalam pemilihan umum 2024. Kemenangan itu mengakhiri 14 tahun pemerintahan Partai Konservatif dan memberi Partai Buruh mayoritas besar di Dewan Perwakilan Rakyat.

Calon pengganti mulai diperbincangkan

Di tengah transisi kepemimpinan yang akan datang, sejumlah nama mulai disebut sebagai penerus potensial. Salah satu yang mengemuka adalah Andy Burnham, yang baru saja memenangkan pemilihan khusus di Makerfield.

Burnham diperkirakan segera dilantik sebagai anggota parlemen di Dewan Perwakilan Rakyat, sehingga namanya semakin diperhitungkan dalam bursa calon pemimpin baru Partai Buruh.

Pergantian ini berpotensi mengubah peta politik Inggris dalam waktu dekat. Jika proses berjalan sesuai rencana partai, Inggris bisa memiliki perdana menteri ketujuh dalam satu dekade terakhir, menandai periode yang terus diwarnai perubahan kepemimpinan di tingkat nasional.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru