6,76 Juta Terdampak di Venezuela, PBB Kejar Waktu Selamatkan Warga Pascagempa

Author: Qoo Media

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB memperkirakan 6,76 juta orang terdampak gempa bumi besar yang mengguncang Venezuela. Dari jumlah itu, sekitar 2 juta orang disebut berada di Caracas, wilayah yang masuk dalam area paling padat penduduk dan menjadi pusat perhatian dalam respons kemanusiaan.

Perkiraan tersebut masih bersifat awal, tetapi IOM menilai dampaknya sudah sangat besar. Analisis citra satelit juga menunjukkan kerusakan bangunan yang signifikan di sejumlah wilayah, termasuk Catia La Mar yang tingkat kerusakannya diperkirakan mencapai 31,5 persen.

Respons darurat mulai digerakkan

IOM menyebut jam-jam dan hari-hari pertama setelah bencana sebagai fase paling menentukan bagi keselamatan warga. Direktur Jenderal IOM, Amy Pope, menegaskan bahwa periode awal ini akan membentuk arah penanganan selanjutnya.

Bantuan darurat yang sebelumnya sudah disiagakan di Caracas kini mulai disalurkan ke daerah yang mengalami kerusakan terparah. Fokus bantuan mencakup tempat penampungan darurat, kebutuhan pokok, dan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak.

Ancaman pengungsian meningkat

Pope juga mengingatkan bahwa jumlah pengungsi berpotensi bertambah karena warga mencari lokasi yang lebih aman. Menurut dia, respons yang cepat menjadi penting agar bantuan penyelamatan jiwa bisa segera menjangkau kelompok yang paling rentan.

IOM saat ini berkoordinasi dengan pemerintah Venezuela, badan-badan PBB lain, dan berbagai mitra kemanusiaan. Koordinasi itu dilakukan agar distribusi bantuan berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Gempa kuat beruntun mengguncang Yaracuy

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS, Venezuela diguncang dua gempa kuat bermagnitudo 7,2 dan 7,5 pada Rabu (24/6). Kedua gempa itu terjadi dengan selang waktu hanya 39 detik.

Gempa bermagnitudo 7,5 berpusat di tenggara Yumare, sedangkan gempa bermagnitudo 7,2 berpusat di timur laut San Felipe. Keduanya berada di negara bagian Yaracuy, yang kini menjadi salah satu fokus pemantauan dampak lanjutan bencana.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru