Iran Tuduh Serangan AS Jadi Kejahatan Perang Berat, 14 Warga Tewas

Pemerintah Iran mengecam keras serangan militer Amerika Serikat yang menghantam infrastruktur sipil di wilayahnya pada 8 dan 9 Juli 2026. Teheran menyebut tindakan itu sebagai kejahatan perang berat karena menargetkan fasilitas publik dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Dalam pernyataan yang dikutip TRT World, Kementerian Luar Negeri Iran bahkan melabeli pemerintahan AS sebagai entitas yang “jahat dan psikopat”. Serangan itu disebut menyebar ke sejumlah titik di wilayah selatan dan timur Iran, dengan dampak yang dinilai mengganggu jalur logistik penting.

Infrastruktur sipil jadi sasaran

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan serangan agresif tentara AS menghantam beberapa titik di provinsi pesisir selatan. Dua jembatan penting di provinsi timur juga dilaporkan rusak, termasuk jalur kereta api utama menuju kota suci Mashhad.

Kerusakan pada jalur tersebut memicu kekhawatiran terhadap mobilitas warga dan distribusi kebutuhan pokok di wilayah timur negara itu. Otoritas Iran masih memantau situasi di daerah terdampak secara ketat.

Wilayah TerdampakDampak yang DilaporkanKeterangan
Provinsi pesisir selatanBeberapa titik dihantam seranganInfrastruktur sipil menjadi sasaran
Provinsi timurDua jembatan penting rusakTerhubung ke jalur kereta utama ke Mashhad
Lima provinsiTerdampak serangan udaraMenurut data Kementerian Kesehatan Iran

14 tewas, 78 luka-luka

Kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Informasi Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyebut serangan udara AS berlangsung selama dua hari dan menjangkau lima provinsi berbeda. Ia menyampaikan rincian itu melalui unggahan di akun media sosial X.

“Kami mencatat Amerika Serikat menargetkan lima provinsi Iran dalam serangan pada 8 dan 9 Juli,” tulis Kermanpour. Berdasarkan data sementara yang dirilisnya, sedikitnya 14 orang tewas dan 78 orang lainnya terluka.

Korban luka kini menjalani perawatan medis di fasilitas kesehatan setempat. Hingga saat ini, Iran terus memantau dampak lanjutan dari serangan tersebut, terutama pada jalur transportasi dan kebutuhan logistik warga di wilayah timur.

Source: mediaindonesia.com
Terkait