Langit Washington D.C. pada malam 19 Juli 1952 menjadi pusat perhatian setelah beberapa perangkat radar menangkap objek-objek yang tidak dapat langsung diidentifikasi. Kesaksian dari darat dan udara juga muncul, membuat peristiwa yang dikenal sebagai UFO Washington D.C. itu sulit dijelaskan hanya melalui satu temuan radar.
Pergerakan objek tersebut dilaporkan tidak menyerupai pesawat biasa karena mampu berhenti, berputar, lalu melesat dengan cepat. Ketika publik meminta penjelasan, Angkatan Udara menggelar konferensi pers besar, tetapi jawaban yang muncul justru memicu perdebatan baru.
Titik aneh muncul menjelang tengah malam
Beberapa menit sebelum tengah malam, seorang pengawas lalu lintas udara di Bandara Nasional Washington D.C. melihat titik-titik ganjil pada layar radar. Ia memastikan tidak ada pesawat yang melintasi area sekitar 24 kilometer dari ibu kota, lalu segera melapor kepada atasannya, Harry G. Barnes.
Menurut Liputan6.com yang mengutip HowStuffWorks, Barnes dan timnya segera menyadari ada sesuatu yang tidak biasa. “Kami langsung menyadari bahwa sesuatu yang aneh sedang terjadi… gerakan pesawat-pesawat itu sangat berbeda jika dibandingkan dengan pesawat biasa,” kata Barnes.
Barnes juga menyebut objek itu memperlihatkan ledakan kecepatan yang mendadak dan kuat. Perubahan kecepatan tersebut membuat radar tidak dapat melacaknya secara terus-menerus.
| Lokasi | Temuan | Detail yang Dilaporkan |
|---|---|---|
| Bandara Nasional Washington D.C. | Titik asing pada radar | Terlihat di area sekitar 24 kilometer dari ibu kota dan bergerak tidak seperti pesawat biasa. |
| Tower Central | Deteksi radar tambahan | Radar jarak pendek ini turut menangkap objek-objek asing. |
| Pangkalan AU Andrews | Radar dan pengamatan visual | Objek berwarna oranye terang dilaporkan berhenti mendadak lalu bergerak sangat cepat. |
Tower Central di bandara tersebut kemudian ikut mendeteksi objek asing. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi jarak pendek, berbeda dengan Pusat Pengendalian Lalu Lintas Udara atau ARTC.
Di Pangkalan Angkatan Udara Andrews, sekitar 16 kilometer di sebelah timur, seorang anggota Angkatan Udara melihat objek berwarna oranye terang di langit. Objek itu dilaporkan berputar, berhenti mendadak, kemudian melaju pergi dengan kecepatan tinggi.
Radar di Andrews juga mendeteksi objek yang sama. Pelacakan dengan radar dan pengamatan langsung berlanjut hingga sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Tiga radar dan saksi mata
Selama kejadian berlangsung, saksi di darat maupun di udara mengaku mengamati objek tersebut. Pada beberapa kesempatan, tiga perangkat radar melacaknya secara bersamaan, sehingga laporan itu tidak hanya bertumpu pada satu layar pengawasan.
Keesokan harinya, radar kembali menangkap objek yang disebut sedang “tampil” di wilayah itu. Seorang pengamat cuaca Angkatan Udara melihat objek bergerak memutar dan berbalik arah.
Objek tersebut dilaporkan bergerak hingga 1.448 kilometer per jam. Pantulan radarnya disebut sama dengan pantulan yang dihasilkan pesawat terbang.
Sebuah pesawat F-94 kemudian mengejar sasaran yang berada sekitar 16 kilometer darinya. Saat pengejaran berlangsung, objek-objek itu disebut berbalik, melesat menuju pesawat, lalu mengelilinginya selama beberapa saat.
Pilot F-94, Letnan William Patterson, menghubungi Pangkalan AU Andrews melalui radio untuk menanyakan apakah ia harus menembak. Albert M. Chop, juru bicara pers Angkatan Udara yang berada di lokasi, menggambarkan respons saat itu sebagai “keheningan yang membeku”.
Menurut Chop, setelah momen menegangkan tersebut, objek-objek itu menjauh dan meninggalkan lokasi. Insiden itu memperbesar perhatian terhadap respons Angkatan Udara AS atas laporan benda tak dikenal di sekitar ibu kota.
Teori inversi suhu diperdebatkan
Dalam konferensi pers terbesar dalam sejarahnya saat itu, Angkatan Udara menghadapi tuntutan publik untuk menjelaskan kejadian tersebut. Kapten Roy James secara spontan mengemukakan kemungkinan fenomena inversi suhu menjadi penyebab titik-titik pada layar Radar Washington D.C..
James disebut bukan orang yang percaya pada UFO dan baru tiba di ibu kota pada pagi hari itu. Ia juga belum terlibat dalam penyelidikan yang sedang berlangsung ketika penjelasan tersebut disampaikan.
Teori inversi suhu kemudian ramai diberitakan, termasuk melalui tajuk Washington Daily News yang menyatakan peringatan “piring terbang” ditolak Pentagon. Namun, penjelasan itu tidak didukung oleh para saksi yang melihat objek di langit maupun pada layar radar.
Biro Cuaca AS juga menolak teori tersebut melalui sebuah pernyataan yang tidak banyak mendapat perhatian. Sementara itu, posisi resmi Angkatan Udara yang disebut dalam laporan adalah bahwa benda-benda tersebut tetap berstatus “objek tak dikenal”.
