Kerugian investasi dana pensiun pegawai negeri sipil Malaysia di eFishery kini menjadi perhatian di parlemen. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan siap menjawab pertanyaan terkait kasus yang melibatkan perusahaan teknologi akuakultur asal Indonesia tersebut.
Anwar, yang juga menjabat Menteri Keuangan Malaysia, mengatakan penjelasan akan disampaikan di Dewan Negara. “Saya akan menjawab pertanyaan di Dewan Negara besok,” kata Anwar sebagaimana dilaporkan Beritasatu.com mengutip Antara.
KWAP Terpapar Kasus Dugaan Manipulasi
Kementerian Keuangan Malaysia sebelumnya mengonfirmasi bahwa Kumpulan Wang Persaraan atau KWAP menjadi korban dugaan penipuan terorganisasi. Kasus itu berkaitan dengan dugaan manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery.
KWAP merupakan dana pensiun bagi pegawai negeri sipil Malaysia yang menanamkan modal di eFishery sebagai pemegang saham minoritas. Lembaga tersebut menyatakan telah mengambil langkah tindak lanjut berdasarkan kerangka tata kelola dan akuntabilitas internalnya.
Nilai investasi KWAP di eFishery mencapai 163,4 juta ringgit. Kepemilikan itu setara sekitar 2,51% dari keseluruhan saham perusahaan teknologi akuakultur tersebut.
Posisi minoritas membuat KWAP bukan pengendali perusahaan. Mayoritas saham eFishery disebut dimiliki oleh investor lain, termasuk sejumlah investor institusional global yang juga terdampak perkara ini.
Kasus eFishery Menyeret Pendiri Perusahaan
eFishery didirikan pada 2013 sebagai perusahaan rintisan teknologi akuakultur dari Indonesia. Perusahaan ini dikenal melalui solusi budidaya perikanan cerdas, salah satunya mesin pakan ikan otomatis.
Perkara hukum yang membayangi perusahaan ini juga menjerat salah satu pendirinya, Gibran Huzaifah. Pada 2025, Pengadilan di Bandung, Jawa Barat, menjatuhkan hukuman sembilan tahun penjara setelah ia dinyatakan bersalah dalam perkara penggelapan dan pencucian uang.
Informasi mengenai dugaan manipulasi laporan keuangan menjadi titik penting dalam kasus investasi tersebut. Konfirmasi dari Kementerian Keuangan Malaysia menempatkan kerugian KWAP dalam sorotan yang lebih luas, karena dana itu dikelola untuk kepentingan pensiun pegawai negeri.
MACC Bentuk Tim Khusus
Komisi Antikorupsi Malaysia atau MACC telah membentuk tim khusus untuk mempelajari kerugian investasi KWAP di eFishery. Tim itu akan melakukan penyelidikan menyeluruh atas perkara yang mencuat setelah dugaan penipuan terorganisasi terungkap.
Penjelasan Anwar di Dewan Negara dinantikan untuk memperjelas posisi pemerintah Malaysia dalam menangani dampak investasi tersebut. Di sisi lain, KWAP menegaskan bahwa proses tindak lanjut tetap berjalan melalui mekanisme tata kelola internal lembaga.
Kasus ini memperlihatkan bahwa persoalan di eFishery tidak hanya berdampak pada pemegang saham dari Indonesia. Investor institusional dari luar negeri, termasuk KWAP, ikut menghadapi konsekuensi dari dugaan masalah dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan perusahaan.
Source: www.beritasatu.com






