Israel Sebut Mojtaba Khamenei Tak Lagi di Iran, Lokasinya Tetap Dirahasiakan

Author: Qoo Media

Keberadaan Mojtaba Khamenei kembali menjadi sorotan setelah seorang sumber dari Israel menyatakan kepada media Saudi Al-Hadath bahwa pemimpin tertinggi Iran itu sudah tidak berada di Iran. Namun, sumber tersebut tidak mengungkap lokasi tempat Mojtaba disebut berada saat ini.

Klaim itu muncul ketika Mojtaba belum pernah tampil di hadapan publik sejak diangkat menjadi Pemimpin Tertinggi Iran. Seluruh komunikasi resminya sejauh ini hanya disampaikan lewat pernyataan tertulis.

Klaim Israel di Tengah Isu Perpecahan

Sumber Israel itu juga mengeklaim bahwa pernyataan tertulis yang dikaitkan dengan Mojtaba sebenarnya disusun oleh Kepala Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC, Ahmad Vahidi, bersama sejumlah anggota IRGC lainnya. Klaim tersebut belum disertai penjelasan mengenai bukti atau mekanisme penyusunan pernyataan itu.

Selain soal keberadaan Mojtaba, sumber tersebut menyoroti adanya perpecahan serius di dalam Iran. Menurut pernyataan yang dikutip The Times of Israel, kondisi itu dinilai dapat mengancam keberlangsungan Korps Garda Revolusi Islam.

“Perpecahan internal Iran sangat mendalam dan mengancam keberadaan Korps Garda Revolusi Islam,” demikian pernyataan sumber Israel tersebut. The Times of Israel mengutip klaim itu pada Minggu, 19 Juli 2026.

Media Informasi Utama Rincian
Al-Hadath Sumber Israel menyebut Mojtaba tidak lagi berada di Iran Lokasi keberadaannya tidak dijelaskan
CBS News Mojtaba disebut berada di lokasi rahasia Akses ke dunia luar sangat terbatas dan komunikasi memakai jaringan kurir
The New York Times Mojtaba disebut dilarang menghadiri pemakaman ayahnya Larangan dikaitkan dengan kekhawatiran terhadap pelacakan atau serangan Israel

Komunikasi Disebut Sangat Terbatas

Laporan CBS News, yang mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat yang mengetahui persoalan tersebut, menyebut Mojtaba berada di sebuah lokasi rahasia. Aksesnya ke dunia luar disebut sangat terbatas, sementara komunikasi hanya dapat dilakukan melalui jaringan kurir yang rumit.

Gangguan jalur komunikasi itu disebut turut memengaruhi pembahasan kemungkinan kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat. Usulan dari Washington dilaporkan kerap tidak segera mendapat tanggapan karena jalur komunikasi dalam pemerintahan Iran terganggu.

CBS News juga melaporkan bahwa Mojtaba mengalami luka serius dalam serangan pada awal perang. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai lokasi serangan maupun kondisi terkini luka yang dialaminya.

Menurut laporan yang dimuat www.kompas.com, Mojtaba diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran tidak lama setelah ayahnya wafat dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Sejak saat itu, absennya Mojtaba dari penampilan publik menjadi salah satu unsur utama dalam ketidakpastian mengenai posisinya.

Dilarang Hadiri Pemakaman Ayahnya

The New York Times melaporkan bahwa pejabat keamanan Iran sempat melarang Mojtaba menghadiri pemakaman ayahnya di Mashhad pada 9 Juli. Dua anggota IRGC dan seorang yang terlibat dalam persiapan pemakaman menyatakan bahwa Mojtaba sebenarnya ingin hadir.

Ia disebut ingin memimpin salat jenazah untuk ayahnya. Namun, aparat keamanan menolak permintaan tersebut karena khawatir kemunculannya dapat membantu Israel melacak lokasi persembunyiannya.

Kekhawatiran lain yang disebut dalam laporan itu adalah kemungkinan upaya pembunuhan apabila Mojtaba muncul di hadapan umum. Situasi tersebut menjelaskan mengapa keberadaannya tetap menjadi informasi yang sangat tertutup, meski ia telah memegang posisi tertinggi di Iran.

Beragam laporan mengenai Mojtaba Khamenei sejauh ini sama-sama menggambarkan akses publik yang sangat terbatas terhadapnya. Sementara klaim sumber Israel soal keberadaannya di luar Iran belum memuat lokasi spesifik, laporan-laporan lain menekankan ketatnya pengamanan dan terbatasnya jalur komunikasi di sekelilingnya.

Source: www.kompas.com
Terbaru