Jamu dengan klaim efek instan atau “cespleng” semakin banyak beredar di pasaran dan menarik minat konsumen yang menginginkan kesembuhan cepat. Namun, janji manjur dalam sekali minum patut dicurigai karena bisa jadi produk tersebut mengandung campuran bahan kimia obat (BKO) yang berbahaya.
Obat tradisional seharusnya dibuat dari bahan alami yang diproses tubuh secara bertahap sehingga khasiatnya muncul perlahan. Menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2023, produk Obat Bahan Alam (OBA) harus memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu yang ketat.
Kategori Obat Tradisional Berdasarkan Bukti Ilmiah
Obat tradisional terbagi menjadi tiga kategori sesuai tingkat pembuktian ilmiahnya. Pertama, jamu yang khasiatnya dibuktikan melalui pengalaman turun-temurun. Kedua, Obat Herbal Terstandar (OHT) yang sudah melalui uji praklinik di laboratorium. Ketiga, fitofarmaka yang telah menjalani uji klinik pada manusia dan memiliki bukti ilmiah lebih kuat.
Dampak Berbahaya Campuran Bahan Kimia Obat (BKO)
BPOM mengingatkan bahwa khasiat cepat selama sekali minum dapat menandakan adanya campuran BKO. Bahan kimia ini merupakan zat aktif obat medis yang hanya boleh digunakan dalam dosis terukur dan di bawah pengawasan dokter. Jika diselundupkan ke dalam jamu secara ilegal, takaran zat kimia tersebut tidak jelas sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius.
Temuan BPOM mengungkapkan BKO sering ditemukan pada produk dengan klaim tertentu, misalnya:
- Produk untuk pegal linu atau rematik mengandung fenilbutason, diklofenak, piroksikam, atau deksametason.
- Produk pelangsing mengandung sibutramin hidroklorida.
- Produk obat kuat pria mengandung sildenafil sitrat.
- Produk diabetes mengandung glibenklamid.
- Produk asma mengandung teofilin.
Penggunaan campuran BKO tanpa pengawasan medis dapat mengakibatkan gangguan lambung, kerusakan hati dan ginjal, masalah jantung, bahkan kematian. Risiko ini bertambah jika konsumen mengonsumsi produk yang mengandung zat kimia berbahaya secara berulang dan dalam jangka panjang.
Panduan Cermat Memilih Obat Tradisional
Untuk menghindari risiko kesehatan akibat jamu yang dicampur BKO, masyarakat disarankan menerapkan prinsip “Cek KLIK” saat membeli obat tradisional:
- Cek Kemasan apakah masih utuh dan tidak rusak.
- Cek Label yang harus mencantumkan bahan kandungan jelas.
- Cek Izin Edar resmi dari BPOM untuk memastikan produk terdaftar dan aman.
- Cek Kadaluwarsa agar produk masih dalam masa pakai.
- Cek Khasiat sesuai klaim yang realistis dan tidak berlebihan.
Dengan semakin ketatnya regulasi dan pengawasan oleh BPOM, keberadaan jamu dengan campuran BKO bisa diminimalisir. Namun, kewaspadaan konsumen amat penting agar tidak menjadi korban janji efektivitas instan yang justru berbuah masalah kesehatan serius.
Mengutamakan produk tradisional yang aman, telah teruji, serta sesuai prosedur kesehatan adalah langkah bijak bagi masyarakat. Jangan mudah tergoda dengan klaim cepat sembuh tanpa bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
