
Kulit tetap tampak kusam meski tabir surya sudah dipakai rutin bisa terjadi karena cara pakainya belum tepat. Masalah ini bukan selalu karena produknya buruk, melainkan karena perlindungannya tidak bekerja maksimal saat kulit mendapat paparan sinar UV yang kuat.
Seorang Konsultan Dermatologis, Dr. Rana, seperti dikutip dari Hindustan Times, menjelaskan bahwa ada lima hal yang sering membuat kulit tetap gelap walau sudah menggunakan sunscreen. Penjelasan ini penting karena tabir surya memang dirancang untuk membantu melindungi kulit dari sinar UV, tetapi perlindungannya tidak bersifat mutlak.
Tabir surya bukan pelindung total
Banyak orang menganggap sunscreen bisa menahan seluruh dampak sinar matahari. Padahal, menurut Dr. Rana, sebagian besar tabir surya tidak melindungi kulit dari semua jenis sinar UV secara sempurna.
Ia menyoroti bahwa banyak produk lebih efektif menahan UVB yang dapat memicu kulit terbakar, sementara sinar UVA masih bisa berkontribusi membuat kulit tampak lebih gelap. Karena itu, perlindungan fisik seperti syal, topi, jaket, atau payung tetap dibutuhkan saat berada di luar ruangan.
Takaran yang dipakai sering terlalu sedikit
Kesalahan lain yang umum terjadi adalah penggunaan sunscreen dalam jumlah minim. Banyak orang mengoleskan produk terlalu hemat sehingga lapisan perlindungannya tidak cukup menutupi area kulit yang terpapar.
Dr. Rana merujuk pada anjuran pemakaian di label kemasan dan menegaskan takaran penting untuk diperhatikan. Ia menyebut sekitar satu sendok teh untuk wajah dan setidaknya kurang dari satu gelas kecil untuk seluruh tubuh sebagai acuan yang perlu diikuti.
Pemakaian ulang sering diabaikan
Banyak pengguna merasa cukup setelah mengoleskan sunscreen satu kali sebelum keluar rumah. Padahal, perlindungan tabir surya punya batas waktu, tergantung jenis dan mereknya.
Jika aktivitas dilakukan di luar ruangan dalam durasi lama, pemakaian ulang menjadi penting agar perlindungan tetap terjaga. Tanpa re-apply, efektivitas sunscreen bisa menurun meski di awal kulit sudah dilapisi produk.
Waktu pemakaian masih terlalu mepet
Sebagian orang langsung keluar setelah mengoleskan sunscreen. Kebiasaan ini membuat lapisan pelindung belum bekerja optimal saat kulit mulai terpapar sinar matahari.
Dr. Rana menyarankan tabir surya dipakai 15–20 menit sebelum aktivitas luar ruangan dimulai. Jeda ini memberi waktu agar produk membentuk lapisan pelindung di kulit.
Paparan matahari masih terlalu lama
Sunscreen tidak berarti kulit aman sepenuhnya saat berada di bawah matahari dalam waktu panjang. Paparan yang kuat tetap bisa menurunkan efektivitas perlindungan SPF, termasuk pada produk dengan kadar tinggi.
Dr. Rana juga mengingatkan agar paparan pada pukul 10 pagi hingga 4 sore diminimalkan, terutama saat musim kemarau. Pada jam tersebut, intensitas sinar matahari berada pada titik tinggi sehingga risiko kulit menjadi lebih gelap tetap besar jika perlindungan tidak dibarengi langkah pencegahan lain.
Source: lifestyle.bisnis.com








