Teknik Pemasangan Ring Jantung Ternyata Harus Disesuaikan, Ini Alasannya

Author: Qoo Media

Pemasangan ring jantung tidak selalu dilakukan dengan teknik yang sama. Dokter menyesuaikan strategi PCI atau percutaneous coronary intervention dengan kondisi dan karakteristik pembuluh darah setiap pasien.

Penyesuaian ini menjadi sangat penting ketika penyumbatan terjadi di area percabangan pembuluh darah, atau lesi bifurkasi. Pada kondisi seperti ini, dokter harus menjaga aliran darah tetap lancar di pembuluh utama sekaligus pembuluh cabangnya.

Kenapa lesi bifurkasi lebih rumit

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi dari Mayapada Hospital Kuningan, dr Amir Aziz Alkatiri, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FSCAI, mengatakan lesi bifurkasi membutuhkan pendekatan berbeda dibanding sumbatan biasa. Menurut dia, dokter tidak hanya perlu membuka pembuluh utama yang tersumbat, tetapi juga memastikan cabangnya tetap mendapat aliran darah.

“Lesi bifurkasi merupakan salah satu kondisi yang lebih menantang dalam tindakan PCI karena dokter tidak hanya perlu membuka pembuluh darah utama yang tersumbat, tetapi juga memastikan aliran darah ke pembuluh cabang tetap terjaga. Oleh karena itu, strategi PCI harus disesuaikan dengan anatomi dan karakteristik pembuluh darah setiap pasien agar hasil tindakan dapat optimal dalam jangka panjang,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Amir menjelaskan, tidak semua kasus bifurkasi memiliki tingkat kerumitan yang sama. Pada sebagian pasien, satu stent sudah cukup untuk memulihkan aliran darah.

Kondisi Strategi yang Dipertimbangkan Tujuan
Lesi bifurkasi yang lebih sederhana 1 stent Memulihkan aliran darah
Kasus yang lebih kompleks 2 stent atau teknik intervensi lain Menjaga aliran darah di pembuluh utama dan cabang tetap optimal

Pada kasus yang lebih kompleks, dokter dapat mempertimbangkan penggunaan dua stent atau teknik intervensi lain. Pilihan itu dibuat agar aliran darah di pembuluh utama maupun cabang tetap optimal.

Untuk menentukan strategi paling tepat, dokter bisa memanfaatkan pencitraan dari dalam pembuluh darah seperti intravascular ultrasound (IVUS) dan optical coherence tomography (OCT).

Teknologi ini membantu dokter melihat ukuran pembuluh darah, penyebaran plak, hingga posisi stent secara lebih detail. Hasilnya, tindakan bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Faktor lain yang ikut menentukan terapi

Selain lokasi sumbatan, dokter juga menilai gejala pasien, luas area otot jantung yang berisiko, fungsi ginjal, risiko perdarahan, serta kemungkinan tindakan lain seperti operasi bypass. Pada kasus tertentu, keputusan terapi juga dibahas bersama tim dokter multidisiplin.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi dari Mayapada Hospital Tangerang, dr Aron Husink, SpJP, Subsp.KI(K), FIHA, FSCAI, menegaskan bahwa keberhasilan pemasangan ring jantung tidak berhenti saat prosedur selesai.

“Keberhasilan tindakan PCI tidak berhenti saat prosedur selesai. Pemasangan stent membantu mengembalikan aliran darah ke jantung, tetapi tidak menggantikan pentingnya pengendalian faktor risiko penyakit jantung. Karena itu, kepatuhan menjalani pengobatan serta perubahan gaya hidup tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung setelah tindakan,” katanya.

Perawatan jantung yang terintegrasi

Mayapada Hospital menyediakan Cardiovascular Center yang mencakup deteksi dini, diagnosis, tindakan intervensi, bedah jantung, hingga rehabilitasi jantung. Layanan ini didukung pendekatan team-based management yang melibatkan dokter spesialis dan subspesialis jantung berpengalaman.

Dalam kondisi darurat, tersedia layanan Cardiac Emergency 24/7 untuk penanganan cepat dan terintegrasi. Rumah sakit ini juga memiliki Chest Pain Unit untuk pemeriksaan awal pasien dengan keluhan nyeri dada, aritmia, maupun gangguan jantung lainnya.

Jika tidak ditemukan gangguan jantung, pemeriksaan di Chest Pain Unit tidak dikenakan biaya. Bila diperlukan, pasien bisa menjalani Primary PCI sesuai protokol internasional door-to-balloon time.

Penanganan juga didukung dokter spesialis anestesi yang siaga selama 24 jam untuk kasus yang memerlukan tindakan bedah atau perawatan intensif. Selain itu, ada Cardiac Advisor yang mendampingi pasien dan keluarga dari konsultasi sampai tindak lanjut setelah terapi.

Fasilitas Cath Lab juga tersedia untuk mendukung diagnosis dan tindakan secara cepat serta akurat. Masyarakat yang membutuhkan informasi layanan jantung Mayapada Hospital dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, atau aplikasi MyCare.

Aplikasi MyCare juga memiliki fitur Personal Health untuk memantau detak jantung, jumlah langkah, kalori yang terbakar, dan body mass index (BMI).

Terbaru