Tanda-tanda kematian kerap muncul lebih dulu pada bagian tubuh yang paling jauh dari organ vital, termasuk tangan dan kaki. Saat sirkulasi darah melambat, tubuh mulai memprioritaskan aliran darah ke organ penting, dan perubahan ini biasanya menjadi salah satu penanda yang paling mudah dikenali.
Menurut Marie Curie, perubahan itu umumnya tidak datang sendirian. Napas, kesadaran, warna kulit, hingga suara pernapasan juga dapat berubah saat seseorang memasuki fase akhir kehidupan.
Perubahan yang Terlihat di Tangan dan Kaki
Salah satu tanda yang paling jelas adalah tangan, kaki, lengan, dan tungkai terasa lebih dingin saat disentuh. Kondisi ini terjadi karena aliran darah ke bagian tubuh tersebut mulai berkurang ketika tubuh mengutamakan organ vital.
Selain suhu yang menurun, kulit juga bisa mengalami mottling atau bercak-bercak dengan warna yang berubah. Pada kulit terang, bercak itu dapat tampak kebiruan atau kemerahan, sedangkan pada kulit yang lebih gelap warnanya bisa terlihat keunguan atau kecokelatan.
| Tanda yang Terlihat | Bentuk Perubahan | Waktu Umum Muncul |
|---|---|---|
| Tangan dan kaki | Terasa lebih dingin | Beberapa hari hingga beberapa jam sebelum meninggal |
| Kulit | Muncul bercak kebiruan, kemerahan, keunguan, atau kecokelatan | Tahap akhir kehidupan |
Napas dan Kesadaran Juga Berubah
Selain di tangan dan kaki, perubahan juga tampak pada napas. Polanya dapat menjadi lebih lambat, tidak teratur, atau lebih dangkal, sementara penumpukan air liur atau lendir bisa menimbulkan suara berderak yang dikenal sebagai death rattle.
Di jam-jam terakhir kehidupan, banyak orang tidur lebih lama atau kehilangan kesadaran sepenuhnya. Meski demikian, para ahli meyakini mereka masih mungkin mendengar suara atau merasakan sentuhan dari orang di sekitarnya.
Tanda Fisik Lain yang Sering Menyertai
Marie Curie juga menyebut kulit wajah dapat tampak lebih pucat dan seperti lilin, disertai otot-otot wajah yang menjadi lebih rileks. Kondisi ini sering berjalan seiring dengan perubahan napas dan penurunan respons tubuh secara umum.
- Napas terdengar berisik karena penumpukan cairan seperti air liur atau lendir di tenggorokan dan dada.
- Pola napas menjadi lebih lambat dan tidak teratur, dengan jeda yang makin panjang.
- Tangan, kaki, lengan, dan tungkai terasa lebih dingin karena aliran darah menurun.
- Warna kulit tampak sedikit kebiruan, terutama di bibir, hidung, pipi, telinga, lidah, atau bagian dalam mulut pada kulit yang lebih gelap.
- Kulit tampak belang atau bercak-bercak dengan warna yang berbeda, atau mottled skin.
Fenomena Gerakan Meraih Menjelang Ajal
Selain perubahan fisik, sebagian perawat juga mengamati fenomena yang disebut death reach, yaitu gerakan mengangkat tangan atau lengan seolah-olah meraih sesuatu di atas pasien. Praktisi perawat sekaligus pelatih pendampingan akhir hayat, Katie Duncan, menyebut gerakan ini cukup sering terjadi pada pasien yang mendekati akhir hayat.
Dalam video TikTok yang dikutip health.detik.com, Duncan mengatakan fenomena itu belum bisa dijelaskan. Ia juga menuturkan bahwa gerakan tersebut kerap dikaitkan dengan visi menjelang kematian, ketika sebagian pasien mengaku melihat cahaya terang, malaikat, anggota keluarga yang telah meninggal, atau hewan peliharaan yang sudah tiada.
Bagi keluarga, momen seperti ini bisa terasa emosional, tetapi Duncan menegaskan gerakan itu tidak menandakan pasien sedang kesakitan. Marie Curie menyarankan keluarga tetap berada di sisi pasien, berbicara lembut, menggenggam tangan, atau mengusap kulitnya perlahan meski pasien tampak tidak sadarkan diri.
Berapa Lama Proses Kematian Berlangsung
Lama proses menuju kematian tidak sama pada setiap orang. Cleveland Clinic menjelaskan, faktor yang memengaruhi antara lain kondisi kesehatan, pengobatan yang sedang dijalani, dan penyebab kematian.
Henti jantung mendadak yang tidak segera ditangani dapat berujung pada kematian dalam hitungan menit. Sebaliknya, pada penyakit kronis yang berlangsung lama, proses menuju kematian bisa berjalan selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan.
Pada penyakit yang umum menjadi penyebab kematian di dunia, seperti penyakit jantung, penyakit paru kronis, dan kanker, terapi yang tersedia kini dapat memperpanjang harapan hidup. Karena prosesnya bertahap, tanda-tanda bahwa kematian sudah mendekat juga cenderung lebih mudah dikenali.







