Bayi Menyusu Terlalu Lama Bisa Jadi Sinyal Jantung Bawaan, Ini Tanda yang Perlu Dicermati

Bayi yang membutuhkan waktu sangat lama untuk menghabiskan susu patut dicermati, terutama bila ia cepat terlihat lelah saat menyusu. Kondisi ini dapat menjadi salah satu petunjuk awal penyakit jantung bawaan tipe tidak biru yang kerap sulit dikenali.

Pada bayi, menyusu merupakan aktivitas yang membutuhkan tenaga besar. Ketika kemampuan minumnya menurun atau durasinya jauh lebih lama dari biasanya, pertumbuhan berat badan dapat ikut terpengaruh.

Penyakit jantung bawaan adalah kelainan struktur jantung yang sudah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Dokter jantung anak BraveHeart Brawijaya Hospital, dr Anisa Rahmadhany, SpA, Subsp.Kardio(K), menyebut sekitar 1 persen atau sekitar 50 ribu anak lahir dengan kondisi tersebut setiap tahun.

Secara umum, kondisi ini dibagi menjadi dua kelompok, yakni tipe biru atau sianotik dan tipe tidak biru atau asianotik. Perbedaan utamanya terlihat dari tanda yang muncul serta petunjuk yang dapat diamati orang tua dalam aktivitas sehari-hari bayi.

Dua Tipe Penyakit Jantung Bawaan

TipeTanda yang dapat terlihatDampak yang disebutkan
Biru (sianotik)Bibir dan mukosa lidah tampak kebiruanKadar oksigen darah rendah, anak mudah lelah
Tidak biru (asianotik)Menyusu sangat lama, cepat lelah, atau susu tidak habisBerat badan sulit naik

Pada tipe biru, perubahan warna kebiruan menjadi tanda yang paling mudah dikenali. Warna tersebut dapat terlihat pada bibir dan mukosa lidah karena kadar oksigen dalam darah rendah.

Dr Anisa menjelaskan pemeriksaan saturasi oksigen dapat menjadi penilaian yang lebih objektif. Menurutnya, angka saturasi di bawah 95 persen menunjukkan kondisi sianosis atau biru.

“Kalau biru berarti kelihatan biru anaknya. Tahunya biru dari mana? Kita gampangnya lihatnya di bibir sama mukosa lidah,” kata dr Anisa dalam tayangan detikSore.

Anak dengan tipe biru juga dapat lebih mudah lelah. Kondisi kekurangan oksigen ini disebut dapat mengganggu pertumbuhan berat badan, pertambahan tinggi badan, hingga perkembangan otak.

Mengapa Aktivitas Menyusu Penting Diperhatikan

Berbeda dari anak yang lebih besar, bayi belum beraktivitas seperti berlari atau naik turun tangga. Karena itu, kemampuan bayi saat minum susu dapat menjadi gambaran penting untuk mengenali kemungkinan gangguan pada jantung.

Dr Anisa mengibaratkan aktivitas menyusu sebagai aktivitas berat bagi bayi. “Minum susu itu udah kayak lari,” ujarnya, seperti dikutip health.detik.com.

Pada penyakit jantung bawaan tidak biru, bayi dapat membutuhkan waktu sangat lama saat menyusu. Bayi juga bisa cepat lelah, tidak mampu menghabiskan susu seperti biasanya, atau jumlah minumnya berkurang.

Perubahan pola minum tersebut berkaitan dengan masalah kenaikan berat badan. Bila asupan susu kurang karena bayi tidak kuat menyelesaikan proses menyusu, berat badan dapat menjadi sulit bertambah.

Tanda pada tipe tidak biru memang tidak selalu tampak sejelas perubahan warna bibir pada tipe biru. Itulah sebabnya, kebiasaan menyusu dan pertumbuhan bayi menjadi hal yang penting untuk diperhatikan secara cermat.

Kesulitan menyusu bukan satu-satunya penanda yang disebutkan dalam kondisi ini. Namun, menyusu terlalu lama, cepat lelah saat minum, dan berat badan yang sulit naik dapat muncul bersama sebagai petunjuk yang tidak boleh diabaikan.

Pengenalan tanda sejak awal menjadi penting karena penyakit jantung bawaan dapat berkaitan dengan kebutuhan oksigen dan pertumbuhan anak. Pada tipe biru, bibir serta mukosa lidah menjadi area yang mudah diamati, sedangkan pada tipe tidak biru, aktivitas minum susu dapat memberi sinyal awal.

Terkait