El Rumi Vs Al Ghazali, Adu Dekorasi Resepsi Megah Dengan Nuansa Yang Beda Banget

Author: Qoo Media

Pernikahan dua putra Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Al Ghazali dan El Rumi, menarik perhatian publik bukan hanya karena momen sakralnya, tetapi juga karena dekorasi resepsi yang tampil sama-sama megah. Keduanya mengusung konsep visual yang kuat, tetapi dengan karakter yang berbeda di tiap detailnya.

Dari tata bunga, pencahayaan, hingga area pelaminan dan lantai dansa, masing-masing resepsi memperlihatkan perencanaan yang matang. Perbandingan ini menjadi sorotan karena menunjukkan dua pendekatan dekorasi yang sama-sama mewah, namun memiliki identitas yang jelas.

Nuansa warna jadi pembeda utama

Perbedaan paling mudah terlihat ada pada pilihan warna. Resepsi El Rumi tampil lebih glamour dengan dominasi warna merah, sedangkan resepsi Al Ghazali memilih nuansa putih yang memberi kesan elegan.

Pilihan warna itu langsung membentuk suasana yang berbeda di masing-masing acara. El menghadirkan kesan hangat dan dramatis, sementara Al menonjolkan tampilan yang bersih dan lembut.

Daun hijau hadir di dua resepsi

Meski berbeda warna utama, keduanya sama-sama memanfaatkan rimbunan daun hijau sebagai elemen dekoratif. Pada resepsi El, daun hijau dipakai sebagai latar belakang yang memperkuat kesan penuh dan mewah.

Sementara itu, pada resepsi Al, daun hijau disusun di bagian atas hingga membentuk kanopi. Susunan ini memberi efek ruang yang lebih teduh dan dramatis tanpa menghilangkan kesan elegan.

Lampu gantung memperkuat kesan mewah

Dekorasi megah juga ditopang oleh penggunaan lampu gantung. El memilih lampu berbentuk silinder yang memberi sentuhan modern, sedangkan Al menggunakan lampu kristal yang lebih klasik dan mewah.

Kehadiran lampu gantung membuat area resepsi terlihat lebih hidup saat malam. Unsur pencahayaan ini juga membantu menonjolkan dekorasi bunga dan detail pelaminan secara keseluruhan.

Bunga menjadi pusat perhatian

Elemen bunga memegang peran penting dalam dua resepsi tersebut. El banyak memakai bunga merah dengan sentuhan daun hijau, sedangkan Al menampilkan rangkaian bunga putih dan peach.

Komposisi itu membuat suasana yang terbentuk ikut berbeda. Dekorasi El terasa lebih tegas dan romantis, sementara dekorasi Al terlihat lembut serta menenangkan.

Kursi pengantin tampil dengan karakter berbeda

Area pelaminan juga menunjukkan perbedaan yang cukup jelas pada pilihan kursi pengantin. El dan Syifa menggunakan sofa abu-abu muda dengan bantalan empuk, yang memberi kesan nyaman dan modern.

Di sisi lain, Al memilih kursi kayu dengan sandaran rotan. Sentuhan ini memberi nuansa alami dan hangat, sekaligus tetap selaras dengan tema elegan yang diusung.

Kue pernikahan ikut menegaskan konsep

Perbedaan selera juga terlihat pada kue pernikahan. Kue El dibuat bertingkat tinggi dengan desain klasik yang menonjolkan kesan formal dan megah.

Sebaliknya, kue Al memiliki diameter lebih lebar dengan topping buah beri yang melimpah. Tampilan ini memberi kesan lebih segar dan dekoratif, sekaligus tetap mencerminkan kemewahan.

Dance floor dibuat dengan pendekatan berbeda

Area dance floor menjadi bagian lain yang menarik untuk dibandingkan. Pada resepsi El, lantai dansa dibuat glossy dengan bentuk panggung yang sedikit lebih tinggi.

Sedangkan pada resepsi Al, dance floor dibuat datar dan polos sehingga menyatu dengan para tamu undangan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa dua resepsi tersebut tidak hanya mewah, tetapi juga dirancang dengan karakter ruang yang berbeda.

Adu dekorasi resepsi El Rumi dan Al Ghazali memperlihatkan bahwa kemegahan bisa hadir lewat dua gaya yang tidak sama. El menonjol dengan nuansa merah yang dramatis, sementara Al tampil elegan dengan putih, kristal, dan komposisi dekorasi yang lebih lembut.

Source: www.idntimes.com
Terbaru