Pergantian tahun Hijriah kerap menjadi momen yang dimanfaatkan umat Muslim untuk memperbaiki diri. Menyambut 1 Muharram, banyak amalan sunah yang dianjurkan untuk mengisi awal tahun dengan doa, zikir, dan ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 H jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Pergantian tahunnya dimulai sejak Senin, 15 Juni 2026 saat Maghrib, sehingga malam sebelumnya menjadi waktu yang penting untuk memperbanyak ibadah.
Doa, zikir, dan bacaan yang menutup serta membuka tahun
Salah satu amalan utama adalah membaca doa akhir tahun dan awal tahun. Doa akhir tahun dibaca sebelum Maghrib pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah, sedangkan doa awal tahun dibaca setelah Maghrib pada tanggal 1 Muharram.
Doa akhir tahun berisi permohonan ampunan atas kesalahan yang telah dilakukan. Sementara itu, doa awal tahun memohon cahaya di hati, lisan, pendengaran, penglihatan, serta seluruh arah kehidupan agar tahun baru dipenuhi keberkahan.
Pada malam 1 Muharram, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur’an. Keduanya menjadi sarana muhasabah diri sekaligus jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. agar tahun yang baru berjalan dalam keberkahan.
Puasa dan salat sunah yang dianjurkan
Puasa sunah termasuk amalan yang sangat dianjurkan untuk menyambut Tahun Baru Islam. Rasulullah saw bersabda bahwa puasa di bulan Muharram adalah puasa yang paling utama setelah Ramadan.
Di bulan ini, puasa Tasu’a dan Asyura menjadi amalan yang dikenal luas, yaitu pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Keutamaannya disebut dapat menghapus dosa setahun yang lalu, sementara puasa Ayyamul Bidh dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.
Malam 1 Muharram juga dianjurkan untuk diisi dengan salat sunah. Salat Tahajud, Hajat, dan Taubat disebut dapat menjadi wasilah untuk memohon ampunan, mendekatkan diri kepada Allah, dan berharap kemudahan di tahun yang baru.
Selain salat, istighfar juga dianjurkan diperbanyak. Amalan ini berfungsi sebagai bentuk muhasabah dan taubat atas dosa serta kesalahan yang dilakukan pada tahun sebelumnya.
Muhasabah, taubat, dan amal saleh
Momen pergantian tahun menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi. Evaluasi amal ibadah, perbaikan kesalahan, dan penyusunan resolusi kebaikan menjadi bagian dari muhasabah diri yang dianjurkan pada 1 Muharram.
Muhasabah itu juga mencakup hubungan dengan sesama manusia. Umat Muslim dianjurkan memperbaiki silaturahmi yang renggang dan meminta maaf kepada keluarga, sahabat, serta tetangga.
Taubat nasuha menjadi bagian penting lain dalam menyambut tahun baru Hijriah. Ada pula sunah salat taubat dua rakaat untuk membersihkan diri dari dosa dan memohon ampunan kepada Allah Swt.
Muharram dipandang sebagai bulan yang dimuliakan, sehingga memperbanyak amal saleh menjadi sangat dianjurkan. Memulai tahun dengan kebaikan diyakini membuka pintu keberkahan dan meningkatkan ketakwaan sepanjang tahun.
Sedekah juga mendapat tempat istimewa pada awal tahun Hijriah. Bersedekah pada 1 Muharram dinilai sebagai wujud syukur, sedangkan sedekah pada Hari Asyura disebut pahalanya diibaratkan seperti sedekah selama setahun penuh.
Silaturahmi, kebersihan diri, dan kepedulian sosial
Menyambung silaturahmi termasuk amalan yang dapat membuka pintu rezeki dan memperpanjang usia. Umat Muslim dianjurkan mengunjungi kerabat atau menyapa tetangga agar hubungan sosial memasuki tahun baru dalam keadaan lebih harmonis.
Sebagian ulama juga menganjurkan mandi sunah untuk menyambut awal Muharram. Niat yang disebutkan adalah mandi sunah untuk memasuki tahun baru karena Allah Ta’ala.
Dari sisi kebersihan dan kerapian, memotong kuku termasuk sunah fitrah yang dianjurkan pada Tahun Baru Islam dan Hari Asyura. Menggunakan celak mata juga disebut sebagai sunnah Nabi Muhammad saw yang dianjurkan untuk menyambut Muharram dan Asyura.
Amalan sosial lainnya adalah menjenguk orang sakit. Kitab Kanzun Naja was Surur menyebut amalan itu membawa keberkahan, rahmat, dan kebaikan di awal tahun, dengan keutamaan doa dari para malaikat bagi yang melakukannya.
Menjaga kepedulian kepada anak yatim juga termasuk amalan mulia pada bulan Muharram. Mengusap kepala anak yatim dan menyantuni mereka dipandang sebagai simbol kasih sayang yang mendatangkan kebaikan, mengangkat derajat, dan melembutkan hati.
Source: www.beautynesia.id






