Pasar smartphone pada 2026 makin padat, tetapi lini terbaru Vivo menonjol karena menawarkan pilihan yang sangat lebar dari harga Rp2 jutaan sampai hampir Rp25 juta. Rentang ini membuat konsumen bisa memilih perangkat berdasarkan kebutuhan paling spesifik, mulai dari baterai besar untuk pemakaian harian hingga ponsel lipat premium.
Yang menarik, lima model ini tidak hanya dibedakan oleh harga, tetapi juga karakter yang jelas di tiap segmen. Ada model murah dengan sertifikasi tahan air dan debu, ada opsi kelas menengah dengan baterai besar, ada flagship performa tinggi, hingga perangkat lipat untuk pengguna premium.
Di kelas paling terjangkau, Vivo iQOO Z10 Lite menjadi salah satu perangkat yang paling mudah dilirik. Ponsel ini dipasarkan mulai sekitar Rp2,4 juta untuk varian 8 GB/128 GB dan sekitar Rp2,6 juta untuk versi 8 GB/256 GB.
Daya tarik utamanya ada pada baterai 6.000 mAh yang ditujukan untuk menunjang aktivitas lebih lama tanpa sering mengisi daya. Vivo juga membekalinya dengan layar AMOLED 120 Hz, kombinasi yang jarang diabaikan oleh pembeli pada segmen harga ini.
Nilai tambah lain datang dari sertifikasi IP68 dan IP69. Di kelas Rp2 jutaan, perlindungan terhadap debu dan air seperti ini menjadi poin kompetitif yang membuat iQOO Z10 Lite terlihat menonjol.
Pilihan paling seimbang di kelas menengah
Untuk pengguna yang ingin naik kelas tanpa menembus segmen flagship, Vivo iQOO Z10R tampil sebagai opsi menengah yang cukup lengkap. Harga awalnya berada di Rp3,2 juta untuk varian 8 GB/128 GB, sedangkan versi tertinggi 12 GB/256 GB dibanderol sekitar Rp3,8 juta.
Perangkat ini memakai layar AMOLED 6,77 inci dengan refresh rate 120 Hz. Spesifikasi tersebut memberi pengalaman visual yang nyaman untuk hiburan maupun penggunaan harian.
Dari sisi daya, iQOO Z10R membawa baterai 6.500 mAh dengan dukungan fast charging 90 watt. Paket ini membuatnya cocok untuk pengguna yang ingin perangkat tahan lama tetapi tetap cepat saat diisi ulang.
Masih di rentang menengah, Vivo V60 Lite menawarkan pendekatan yang berbeda. Perangkat ini lebih menonjolkan desain tipis dan ringan, tetapi tetap membawa baterai besar 6.500 mAh.
Dengan harga sekitar Rp3,9 juta, V60 Lite mengandalkan chipset Snapdragon 685 yang dipadukan dengan RAM 8 GB. Kombinasi ini disebut cukup memadai untuk kebutuhan harian, termasuk multitasking, media sosial, dan hiburan.
Bila iQOO Z10R menekankan keseimbangan layar, baterai, dan pengisian cepat, maka V60 Lite lebih kuat pada aspek desain ramping tanpa mengorbankan daya tahan. Perbedaan karakter ini penting karena pembeli di kelas menengah biasanya mempertimbangkan gaya penggunaan yang sangat personal.
Untuk performa tinggi dan pengguna premium
Di segmen atas, Vivo iQOO 15 menjadi pilihan bagi pengguna yang mengutamakan performa. Smartphone ini ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 untuk menjalankan aktivitas berat, termasuk game dengan grafis tinggi.
Vivo juga menyertakan RAM besar dan penyimpanan luas untuk menopang performa tersebut. Harga iQOO 15 dimulai dari Rp12,9 juta untuk varian 12 GB/256 GB, sementara versi tertinggi 16 GB/1 TB mencapai sekitar Rp15,9 juta.
Keunggulan lain ada pada baterai 7.000 mAh yang didukung pengisian cepat 100 watt. Dengan kapasitas sebesar itu, iQOO 15 menargetkan pengguna yang membutuhkan daya tahan panjang sekaligus waktu isi ulang yang singkat.
Pada sektor layar, Vivo menyematkan panel LTPO AMOLED dengan refresh rate hingga 144 Hz. Layar ini dirancang untuk menghadirkan tampilan yang sangat responsif dan nyaman, terutama untuk penggunaan intensif.
Jika kebutuhan tidak hanya soal performa, melainkan juga pengalaman perangkat yang berbeda, Vivo X Fold 5 berada di puncak daftar ini. Ponsel lipat tersebut dipasarkan di kisaran Rp24,9 juta dan menyasar pengguna yang menginginkan teknologi smartphone premium terbaru.
Vivo X Fold 5 hadir dengan dua layar, yakni layar luar 6,53 inci dan layar utama lipat 8,03 inci. Format ini memberi fleksibilitas penggunaan yang memadukan fungsi smartphone dan tablet dalam satu perangkat.
Meski memakai desain lipat, Vivo tetap menanamkan baterai 6.000 mAh. Perangkat ini juga didukung pengisian cepat 80 watt, sebuah kombinasi yang penting untuk menjaga kenyamanan pada kelas premium.
Pemetaan kebutuhan pengguna
Kelima model tersebut menunjukkan bahwa strategi Vivo pada 2026 tidak bertumpu pada satu segmen saja. Merek ini menyiapkan pilihan untuk pembeli yang mengejar harga terjangkau, desain tipis, baterai jumbo, performa tinggi, sampai teknologi lipat.
Bagi pembeli yang berfokus pada nilai terbaik di harga rendah, iQOO Z10 Lite menjadi opsi paling menarik karena kombinasi baterai besar, layar AMOLED 120 Hz, dan sertifikasi IP68/IP69. Untuk kelas menengah, iQOO Z10R dan V60 Lite menawarkan dua pendekatan berbeda yang sama-sama relevan.
Sementara itu, iQOO 15 cocok untuk pengguna yang mengejar performa kelas atas dengan baterai besar dan layar 144 Hz. Di sisi paling premium, X Fold 5 menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin masuk ke pengalaman ponsel lipat dengan layar utama 8,03 inci dan harga di kisaran Rp24,9 juta.







