Bibir Terasa Makin Kering setelah Lip Balm? Kandungan Ini Bisa Jadi Pemicunya

Lip balm seharusnya membantu menjaga kelembapan bibir, tetapi sebagian orang justru merasa bibirnya semakin kering setelah menggunakannya. Kondisi ini bisa terjadi karena formula produk tidak selalu cocok, terutama saat lapisan kulit bibir sudah pecah-pecah atau teriritasi.

Kulit bibir memang lebih mudah kehilangan kelembapan dibandingkan kulit di area tubuh lain. Kemampuan bibir untuk mempertahankan air lebih rendah, sementara lapisan pelindung kulitnya juga relatif lebih lemah.

Karena itu, sensasi dingin atau rasa seperti obat pada lip balm tidak selalu berarti produk tersebut sedang memperbaiki kondisi bibir. Pada beberapa formula, sensasi tersebut dapat menjadi tanda adanya bahan yang berpotensi mengganggu pelindung alami bibir.

Bahan yang dapat memperburuk bibir kering

Dokter kulit Dylan Alston mengingatkan bahwa pengguna perlu mencermati label lip balm, khususnya ketika bibir sedang kering dan mengelupas. Bahan tertentu dapat mengangkat lapisan luar kulit, sehingga bibir kehilangan perlindungan dan lebih rentan mengalami kerusakan.

BahanEfek yang mungkin terasaRisiko pada bibir pecah-pecah
MentolMemberikan sensasi dinginDapat membuat bibir terasa lebih kering
BenzokainMemberikan sensasi seperti obatBerpotensi mengganggu lapisan pelindung bibir
Asam salisilatMembantu mengangkat kulit keringDapat membuat kulit bibir semakin rentan
FenolMemiliki sifat eksfoliasiBerpotensi memperparah kekeringan

Mentol dan asam salisilat, misalnya, dapat memberi rasa segar atau membantu melepaskan kulit kering pada awal pemakaian. Namun, penggunaan yang tidak tepat dapat mengganggu lapisan pelindung bibir dan membuat kelembapan lebih cepat hilang.

Alston menjelaskan bahwa bahan-bahan tersebut kerap mengelupas lapisan luar kulit bibir. Saat pelindung ini menipis, bibir menjadi lebih tidak terlindungi dan lebih mudah rusak.

Produk berlabel medicated juga perlu diperhatikan bila bibir sudah mengalami pecah-pecah. Dokter kulit Elaine Kung mengingatkan bahwa produk semacam ini sering mengandung kamper, mentol, atau fenol yang dapat memicu iritasi, kemerahan, serta rasa terbakar.

Fenol menjadi salah satu bahan yang patut dicermati karena sifat eksfoliasinya. Pada bibir yang sedang sensitif, efek pengelupasan ini dapat membuat rasa kering semakin menonjol.

Fokus pada bahan yang mengunci kelembapan

Alih-alih mengejar sensasi dingin, lip balm untuk bibir kering dapat dipilih berdasarkan kemampuannya menarik dan mempertahankan kelembapan. Beberapa bahan yang disebut membantu antara lain lilin lebah, shea butter, minyak bunga matahari, minyak kelapa, minyak jojoba, minyak zaitun, squalene, vitamin E, dan asam hialuronat.

Minyak dan butter nabati dapat membantu mengatasi kondisi bibir yang kering. Sementara itu, lilin lebah berfungsi memberi perlindungan dari udara kering, angin, dan suhu dingin yang dapat mempercepat hilangnya kelembapan.

Petrolatum juga termasuk bahan pelembap yang dinilai efektif untuk membantu menjaga air di dalam kulit bibir. Kung menyebut petrolatum dapat mengurangi kehilangan air transepidermal hingga 98 persen.

Menurut penjelasan dokter kulit yang dilansir lifestyle.kompas.com, reaksi setiap orang terhadap lip balm dapat berbeda bergantung pada formula serta kondisi bibirnya. Produk yang terasa nyaman pada bibir sehat belum tentu sesuai digunakan ketika bibir sedang meradang atau pecah-pecah.

Bila bibir terasa semakin kering setelah memakai produk tertentu, penggunaan produk tersebut dapat dihentikan sementara untuk melihat perubahan kondisinya. Langkah ini juga membantu menghindari paparan berulang terhadap bahan yang mungkin memicu iritasi.

Bibir pecah-pecah yang tidak membaik meski sudah memakai pelembap dengan formula yang lebih sederhana perlu mendapat perhatian. Jika keluhan disertai ruam di sekitar bibir, pemeriksaan ke dokter kulit dapat membantu menentukan penyebabnya.

Terkait