Situasi mencekam terjadi di dalam penerbangan Malta Air dari Thessaloniki, Yunani, menuju Memmingen, Jerman, pada Jumat (17/7) pagi waktu setempat. Seorang penumpang pria berusia 61 tahun sempat terhisap ke arah luar setelah salah satu jendela pesawat terlepas beberapa menit sesudah lepas landas.
Kepala, leher, dan bahu pria tersebut dilaporkan sempat keluar melalui bukaan jendela sebelum penumpang lain yang duduk di dekatnya menarik tubuhnya kembali ke dalam kabin. Pesawat kemudian membatalkan perjalanan dan kembali mendarat darurat di Bandara Thessaloniki.
Tekanan Kabin Hilang Setelah Suara Ledakan
Sejumlah penumpang mendengar suara keras sebelum masker oksigen turun secara otomatis di kabin. Mereka juga merasakan pesawat menurunkan ketinggian dengan cepat saat tekanan udara kabin hilang.
Seorang penumpang bernama Christina mengatakan kepada Radio Thessaloniki bahwa suara itu menyerupai ban meletus, tetapi jauh lebih keras. “Kami langsung tahu tekanan udara hilang karena pesawat mendadak turun drastis,” tuturnya.
Christina juga menggambarkan keadaan penumpang pria yang duduk dekat jendela tersebut. “Kepala, leher, dan bahu [pria itu] sempat terhisap keluar dari jendela. Penumpang yang duduk di dekatnya langsung bertindak cepat dan menariknya kembali ke dalam,” lanjutnya.
Pria berusia 61 tahun itu dilaporkan mengalami luka pada leher dan bahu, serta luka bakar akibat gesekan. Pejabat rumah sakit Yunani mengonfirmasi informasi tersebut dengan syarat identitasnya tidak dipublikasikan.
Pesawat Turun dari 15.000 Kaki
Data Flightradar24 menunjukkan pesawat Boeing 737-800 itu sempat menanjak hingga sekitar 15.000 kaki atau 4.570 meter, sekitar enam menit setelah lepas landas. Setelah itu, pesawat melakukan penurunan darurat ke ketinggian 6.000 kaki.
| Tahap Penerbangan | Ketinggian | Informasi |
|---|---|---|
| Sekitar enam menit setelah lepas landas | 15.000 kaki | Pesawat mencapai ketinggian sekitar 4.570 meter. |
| Setelah gangguan kabin | 6.000 kaki | Pesawat turun darurat sebelum kembali ke Thessaloniki. |
Pesawat dilaporkan berada di ketinggian 6.000 kaki selama sekitar 30 menit untuk menghabiskan bahan bakar sebelum mendarat dengan selamat. Langkah ini dilakukan setelah penerbangan berputar balik menuju bandara asalnya.
Menurut keterangan resmi Ryanair yang dikutip www.cnnindonesia.com, penerbangan itu kembali ke Thessaloniki tidak lama setelah lepas landas karena salah satu jendela penumpang terlepas di udara. Malta Air sendiri merupakan anak perusahaan maskapai berbiaya rendah Ryanair.
Laporan Masalah Mesin dan Dekompresi Kabin
Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat atau NTSB menyatakan telah menerima laporan mengenai pesawat yang berbalik arah. Laporan tersebut menyebut adanya masalah pada mesin kanan dan dekompresi kabin.
Investigasi resmi atas peristiwa ini akan dipimpin Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Republik Makedonia Utara. Penanganan itu mengikuti aturan penerbangan internasional karena hilangnya tekanan udara terjadi di wilayah udara negara tersebut.
Mantan pilot komersial sekaligus pengajar Universitas Georgetown, Shye Gilad, menekankan bahwa sabuk pengaman penting dipakai sepanjang penumpang duduk. Dekompresi yang berlangsung cepat dapat menimbulkan daya hisap kuat di sekitar titik kebocoran sebelum tekanan kabin kembali stabil.
“Sabuk pengaman sangat krusial di detik-detik awal tersebut. Ini yang membedakan antara keselamatan dan bahaya, sehingga orang-orang harus selalu mengencangkan sabuk pengaman sepanjang waktu,” kata Gilad.
