Dukungan Nyata Pemprov Jateng untuk Pendidikan Ponpes: Tali Asih untuk 1.041 Santri Penghafal Al-Qur’an 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan dukungan konkret bagi pengembangan pendidikan keagamaan di pondok pesantren. Bentuk dukungan tersebut diapresiasi oleh para pengasuh pesantren di wilayah Pekalongan.

Pengasuh Pondok Pesantren Roudhlotul Qur’an Jetak Kidul, Habib Ali, menyatakan bahwa kehadiran Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, dalam berbagai acara keagamaan menjadi bukti komitmen Pemprov. Selain itu, Pemprov juga memberikan tali asih atau bisyarah kepada santri penghafal Al-Qur’an.

Dalam wisuda tahfidh di Pesantren Roudhlotul Qur’an, Pemprov memberikan tali asih sebesar Rp1 juta kepada tiga santri yang telah berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an. Para penerima tali asih yaitu Ahmad Ro’in Tuqotullah, Siti Aisyah, dan Nurul Musthofi’ah.

Apresiasi serupa juga disampaikan di Pondok Pesantren Asma Chusna, Desa Kranji, saat acara Haflah Akhirussanah. Wakil Gubernur Taj Yasin memberikan bisyarah kepada 16 penghafal Al-Qur’an sebagai bentuk dukungan nyata Pemprov kepada pendidikan pesantren.

Pengasuh Pondok Pesantren Asma Chusna, Zufar Mubarok, mengakui bahwa kehadiran Wakil Gubernur bukan hanya sebagai pejabat tetapi juga sebagai tokoh pesantren yang peduli pada pendidikan agama. Hal ini memperkuat hubungan antara pemerintah dan pesantren.

Wakil Gubernur Jawa Tengah menegaskan bahwa tali asih diberikan sebagai upaya mendukung keberkahan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah ingin memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Gus Yasin juga mengingatkan para santri agar tidak berhenti belajar Al-Qur’an setelah wisuda. Penghafal diharapkan terus memperdalam hafalan dan pemahaman untuk mengambil nilai-nilai Al-Qur’an yang bisa diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan.

Sejak Januari hingga Desember 2025, Pemprov Jawa Tengah telah menyalurkan tali asih kepada 1.041 santri penghafal Al-Qur’an dari berbagai daerah. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan keagamaan melalui pesantren.

Dukungan yang konsisten dari Pemprov ini berharap dapat memotivasi semakin banyak generasi muda untuk menghafal Al-Qur’an dan menerapkan nilai-nilainya. Dengan begitu, pendidikan agama dapat berkontribusi pada pembangunan spiritual dan sosial di Jawa Tengah.

Berbagai program dan kegiatan yang melibatkan pemerintah daerah menjadi bagian dari strategi penguatan pesantren sebagai institusi pendidikan keagamaan. Hal ini sejalan dengan upaya memajukan kualitas sumber daya manusia berbasis nilai-nilai agama di wilayah tersebut.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen menyalurkan tali asih kepada para penghafal Al-Qur’an pada tahun ini. Kebijakan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan pendidikan di pondok pesantren.

Baca selengkapnya di: infojateng.id
Exit mobile version