Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melantik tujuh pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggunakan metode inovatif bernama Talent DNA ESQ. Metode ini menekankan pemetaan potensi kepemimpinan berdasarkan karakter, talenta, dan keselarasan peran dalam struktur birokrasi.
Pelantikan yang berlangsung di Surabaya pada Jumat lalu menjadi tonggak baru dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah tersebut. Metode Talent DNA ESQ pertama kali diaplikasikan dalam rotasi dan promosi jabatan eselon II untuk memastikan penempatan pejabat sesuai kapasitas kepemimpinan dan kebutuhan organisasi.
Pendekatan Baru dalam Manajemen ASN
Khofifah menegaskan bahwa penempatan sumber daya manusia yang tepat adalah kunci keberhasilan transformasi birokrasi di Jawa Timur. "Ini akan meningkatkan efektivitas kerja pemerintah dan mempercepat realisasi program pembangunan," ujar Khofifah.
Prestasi Jawa Timur dalam pelayanan publik sempat menorehkan skor 4,75 dari 5 pada 2025 berdasarkan penilaian Kementerian PANRB. Skor tersebut mencerminkan kerja sama lintas sektor yang solid di berbagai dimensi layanan.
Metode Talent DNA ESQ memadukan data karakter, kemampuan, dan kesesuaian posisi demi memperoleh hasil optimal. Khofifah menegaskan, pelantikan ini merupakan terobosan perdana dan menjadi langkah awal dari penyegaran birokrasi yang berkelanjutan.
Susunan Pejabat Eselon II Baru
Berikut ini daftar tujuh pejabat yang dilantik dengan metode Talent DNA ESQ:
- Mohammad Yasin – dari Kepala Bappeda menjadi Kepala BPKAD Jawa Timur
- Dr. Nurkholis – dari Kepala Dinas ESDM menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup
- Dydik Rudi Prasetya – menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan
- Imam Hidayat – menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
- Sufi Agustini – dari Kepala Bakorwil Pamekasan menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK)
- Tri Wahyu Liswati – menjabat Kepala Bakorwil Bojonegoro
- Pejabat lainnya yang terlibat dalam rotasi dan promosi struktural
Untuk memastikan kelancaran tugas dan kesinambungan program kerja, para pejabat yang baru dilantik juga tetap menjalankan fungsi sebagai pelaksana tugas dalam jabatan lama mereka hingga proses pengisian jabatan definitif selesai.
Transparansi dan Akuntabilitas dalam Uji Kompetensi
Pelantikan menggunakan Talent DNA ESQ juga disertai proses uji kompetensi yang melibatkan tim independen dari akademisi Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga. Keterlibatan pihak akademik ini bertujuan menjaga transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas proses seleksi.
Khofifah menyatakan pemprov akan melanjutkan uji kompetensi secara bertahap untuk mengisi posisi pimpinan OPD yang masih kosong. Ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan dalam menguatkan kualitas birokrasi dan pelayanan publik di Jawa Timur.
Dengan langkah ini, Jawa Timur menunjukkan komitmen dalam memodernisasi birokrasi melalui inovasi dalam pengelolaan sumber daya manusia. Metode Talent DNA ESQ menjadi model yang diharapkan dapat meningkatkan performa dan integritas pejabat publik secara sistematis.
Baca selengkapnya di: wartaekonomi.co.id