Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, H. Chusni Mubarok, menegaskan bahwa Program Gentengisasi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto berperan penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Program ini tidak hanya fokus pada aspek fisik bangunan, tetapi lebih pada memberdayakan para perajin genteng agar masuk dalam rantai ekonomi desa yang terorganisir.
Menurut Chusni, Gentengisasi menjadi instrumen strategis untuk mengangkat potensi ekonomi masyarakat desa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP). Dengan demikian, para perajin genteng dapat memperoleh manfaat ekonomi yang menyeluruh serta berkontribusi dalam penguatan fondasi ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Dampak Ekonomi dan Budaya Gentengisasi
Gentengisasi tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat desa, tetapi juga menghidupkan jati diri dan budaya lokal Indonesia sebagai negara tropis. Penggunaan atap genteng memiliki keunggulan lingkungan, mampu menciptakan suasana yang lebih asri dan sejuk di kawasan permukiman.
Hal ini dinilai memperkuat karakter kawasan desa sekaligus meningkatkan daya tarik estetika lingkungan. Pendekatan tersebut menghadirkan nilai tambah dari sisi budaya dan lingkungan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Secara Menyeluruh
Pelaksanaan Gentengisasi dilandasi oleh kepedulian Presiden Prabowo terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat desa yang masih memerlukan perhatian serius. Program ini diarahkan untuk memastikan bahwa perputaran ekonomi tidak hanya berpusat di kota besar seperti Jakarta, melainkan secara efektif mengalir hingga desa-desa.
H. Chusni menyampaikan bahwa visi ini telah melalui kajian yang matang sehingga bukan sekadar gagasan simbolis. Tujuan utamanya adalah mewujudkan masyarakat desa yang sejahtera, bahagia, dan ‘gemuyu’, indikator keberhasilan pemerintahan yang diusung Presiden.
Peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai Penggerak Ekonomi
KDKMP berperan sebagai motor penggerak dalam mengintegrasikan para perajin genteng ke dalam sistem ekonomi desa yang terstruktur. Koperasi ini bertugas memfasilitasi produksi, pemasaran, dan distribusi genteng secara kolektif sehingga nilai tambah ekonomi dapat dinikmati secara merata.
Adanya KDKMP juga mendorong sinergi antara pelaku ekonomi lokal dengan kebijakan pemerintah sehingga efektivitas program Gentengisasi tetap terjaga dan berkelanjutan.
Langkah Strategis Penguatan Ekonomi Desa Melalui Gentengisasi
- Menghidupkan kembali sektor produksi genteng tradisional sebagai sumber penghasilan utama masyarakat desa.
- Membangun jaringan koperasi yang terintegrasi untuk pengelolaan bisnis genteng secara kolektif.
- Memperkuat daya tarik estetika dan lingkungan desa dengan penggunaan atap genteng khas.
- Mendorong perputaran ekonomi desa agar lebih merata dan tidak terpusat pada kota besar.
Gentengisasi menjadi pendekatan inovatif yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan budaya dalam pengembangan desa. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat desa di Jawa Timur dan wilayah lainnya.
Baca selengkapnya di: megapolitan.antaranews.com