Ekspansi Produk Pangan Halal Korea di Jawa Barat Raup Kontrak Bisnis USD 20,77 Juta pada BIFHEX 2026

Gelombang ekspansi produk pangan halal asal Korea Selatan mulai merambah pasar Jawa Barat. Produk halal ini mendapat sambutan positif terutama di Kota Bandung, yang merupakan pusat kegiatan perdagangan dan konsumen dengan populasi mencapai puluhan juta jiwa di provinsi tersebut.

Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Pertanian, Pangan dan Urusan Pedesaan bersama Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (aT) mengoptimalkan momen pameran Bandung International Food & HoReCa Expo (BIFHEX) 2026. Pameran ini menjadi tempat strategis untuk memperkenalkan produk pangan halal Korea sekaligus memfasilitasi transaksi bisnis.

BIFHEX yang merupakan pameran B2B terbesar di Jawa Barat mencatat keberhasilan tinggi dari partisipasi produk pangan Korea. Nilai konsultasi bisnis yang tercapai mencapai USD 20,77 juta. Angka ini melampaui target awal yang dipasang sebesar USD 10 juta, menggambarkan antusiasme dan peluang pasar yang besar.

Delapan perusahaan importir utama produk pangan Korea hadir dan membukukan 20 kontrak bisnis dengan nilai total mencapai USD 15,6 juta. Kontrak-kontrak ini membuktikan keberhasilan pendekatan bisnis Korea untuk memperluas jaringan distribusi di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Kegiatan ini juga sebagai langkah antisipasi terhadap regulasi wajib sertifikasi halal yang rencananya baru diberlakukan di Indonesia pada Oktober mendatang. Dengan pameran dan jaringan yang telah dibangun, pengusaha Korea Selatan dapat memastikan proses penetrasi pasar berjalan lancar dan produk mereka dapat diterima dengan baik oleh konsumen muslim.

Selain konsern sertifikasi halal, ekspansi ini juga mengincar distribusi produk yang lebih luas hingga ke kota-kota besar di sekitar Jawa Barat. Strategi ini bertujuan menjaring pembeli baru sekaligus memperkuat posisi produk pangan halal Korea di pasar Indonesia yang kian kompetitif.

Berikut beberapa poin penting terkait ekspansi produk pangan halal Korea di Jawa Barat:

1. Paviliun Korea di BIFHEX 2026 menjadi pusat bisnis dan promosi produk halal.
2. Nilai konsultasi bisnis mencapai USD 20,77 juta atau 207 persen dari target.
3. Delapan importir utama berhasil membuat 20 kontrak senilai USD 15,6 juta.
4. Langkah ini terkait persiapan menghadapi kebijakan wajib sertifikasi halal.
5. Target distribusi diperluas ke berbagai kota besar di Jawa Barat dan sekitarnya.

Dengan penetrasi yang semakin kuat, produk pangan halal Korea berpeluang memperkuat kehadiran di pasar Indonesia. Jawa Barat yang memiliki basis konsumen mendukung menjadi area strategis untuk mempercepat ekspansi dan adaptasi produk halal Korea agar lebih dikenal luas.

Baca selengkapnya di: www.jpnn.com

Berita Terkait

Back to top button