Jelang Ramadan, Pemprov Jateng Siapkan 308 Gerakan Pangan Murah: Apakah Ini Cukup Redam Lonjakan Harga Cabai Rp80 Ribu? Mampukah Stabilisasi Benar-benar Terjaga?

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 308 kali hingga Maret 2026. Program ini bertujuan untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok dan melindungi daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

GPM digelar secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah bekerja sama dengan 11 pelaku usaha dan lembaga terkait. Pelaksanaan perdana telah dilakukan di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, dengan sambutan antusias dari masyarakat setempat.

Ketersediaan pangan di Jawa Tengah saat ini surplus, tetapi beberapa komoditas mengalami kenaikan harga sejak awal Februari. Khususnya cabai yang hampir mencapai harga Rp80 ribu per kilogram. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memerintahkan Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk melakukan intervensi harga di pasar-pasar guna menekan kenaikan tersebut.

Melalui GPM, Pemprov Jateng berupaya memberikan akses bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Sejumlah warga yang hadir pada kegiatan pertama merasakan manfaat nyata, seperti Nuraini yang menyatakan harga di Gerakan Pangan Murah lebih rendah dibandingkan di pasar tradisional. Selain itu, warga lain menyampaikan harapan agar program ini terus berlanjut setiap Ramadan.

Pemprov Jateng mengharapkan GPM menjadi solusi strategis menahan lonjakan harga kebutuhan pokok selama Ramadan dan Idulfitri. Program ini sekaligus memberi ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah tanpa terbebani biaya bahan pangan yang tinggi.

Langkah ini juga merupakan bukti komitmen pemerintah daerah dalam menyelaraskan kebutuhan konsumsi masyarakat dengan stabilitas pasar. Dengan dukungan berbagai pelaku usaha, GPM diharapkan mampu berkontribusi signifikan terhadap kondisi ekonomi tetap kondusif menjelang momen besar tersebut.

Baca selengkapnya di: www.kompas.tv

Berita Terkait

Back to top button