Pastikan Listrik Jatim Tidak Byar-Pet Saat Ramadan dan Idul Fitri Emil Dardak Cek Kesiapan PLN Hingga Teknologi Energi Hijau

Author: Qoo Media

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memastikan pasokan listrik di wilayahnya aman dan mencukupi selama Ramadan hingga Idul Fitri. Hal tersebut disampaikan Emil saat meninjau PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali di Sidoarjo.

Data PLN menunjukkan beban puncak tertinggi mencapai 2.036 megawatt pada subsistem Krian-Gresik. Daya Mampu Netto (DMN) yang tersedia sebesar 2.638 megawatt, sehingga terdapat cadangan sekitar 602 megawatt atau 22 persen dari kapasitas total.

Dalam menghadapi masa Siaga Ramadan dan Idul Fitri (RAFI), PLN menyiapkan 22 posko dengan 1.207 personel di wilayah Jawa Timur dan Bali. Penopang sistem kelistrikan meliputi 173 gardu induk, 394 unit trafo berkapasitas total 29.195 MVA, serta jaringan transmisi sepanjang 8.329 kilometer sirkuit.

Kesiapan dan Stabilitas Sistem Listrik

Emil menegaskan pentingnya menjaga kestabilan sistem kelistrikan di tengah tren penurunan beban listrik hingga 30 persen selama Ramadan dan Idul Fitri dibandingkan hari normal. “Listrik harus selalu seimbang. Saat beban turun drastis tanpa penyesuaian, tegangan bisa meningkat dan berisiko bagi sistem,” ujarnya.

Pengendalian tegangan dan beban dilakukan secara real time untuk mencegah gangguan yang dapat berdampak luas. Ia juga mengingatkan perlunya penguatan jaringan transmisi terutama di titik-titik dengan beban tinggi untuk menghindari pemadaman akibat gangguan pada jalur utama.

Penguatan Infrastruktur Kelistrikan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik pembangunan Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITET) di Waru. Proyek ini bertujuan memperkuat sistem kelistrikan kawasan metropolitan Gerbangkertosusila yang selama ini bergantung pada gardu induk Krian dan Gresik.

Selain pembangunan GITET, upaya optimalisasi jaringan juga dilakukan melalui metode uprating tanpa membuka jalur baru di kawasan padat penduduk. Strategi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan jaringan tanpa menimbulkan dampak sosial yang signifikan.

Pengembangan Energi Hijau

Pemprov Jatim juga aktif mempercepat pengembangan sumber energi terbarukan sebagai langkah strategis mendukung ketahanan listrik. Proyek energi panas bumi dengan kapasitas sekitar 34 megawatt tengah dilaksanakan, serta rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Pasuruan dan Banyuwangi terus didorong.

Emil menegaskan bahwa energi hijau bukan hanya sekedar upaya lingkungan, tetapi juga kebutuhan industri untuk memperkuat daya saing Jawa Timur di pasar global. Pemanfaatan sumber energi terbarukan diharapkan dapat memperkuat kemandirian energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan kapasitas daya yang mencukupi dan berbagai program penguatan sistem kelistrikan, Jawa Timur siap menjaga keandalan listrik sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri. Berbagai upaya koordinasi dan pengawasan di lapangan terus dilakukan agar masyarakat tidak mengalami gangguan listrik selama momen penting ini.

Source: kilasjatim.com
Terbaru