Rakerda Pabersi Jatim Siapkan Strategi Tajam Kejar Medali Emas Angkat Berat di PON 2028 dengan Program Kompetisi dan Penguatan SDM

Ketua Umum KONI Jawa Timur (Jatim), Muhammad Nabil, membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Jatim dalam upaya membenahi prestasi cabang angkat berat. Hal ini menjadi langkah penting karena dalam tiga Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir, atlet angkat berat dari Jawa Timur belum berhasil meraih medali emas.

Nabil menegaskan bahwa angkat berat harus menjadi cabang olahraga prioritas pembinaan di Jawa Timur. Dia menekankan pentingnya persiapan matang menjelang Pra-PON 2027 sebagai tolok ukur kemampuan atlet sebelum berlaga di PON 2028. Menurut Nabil, pengurus daerah wajib memaksimalkan potensi atlet yang sudah berprogres agar bisa mencapai puncak performa saat kompetisi besar.

Strategi Pembinaan dan Penguatan Kompetisi

Pabersi Jatim langsung menindaklanjuti Rakerda dengan agenda kompetisi dan pembenahan organisasi. Ketua Umum Pabersi Jatim, Abram Nathan, mengungkapkan bahwa pada tahun ini akan diselenggarakan dua Kejuaraan Provinsi (Kejurprov). Kejurprov pertama dijadwalkan berlangsung antara Mei hingga Juni dengan kategori sub-junior dan umum, sedangkan yang kedua digelar pada Desember khusus untuk kategori junior.

Kejurprov ini berfungsi sebagai babak kualifikasi bagi para atlet dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan pra-kualifikasi calon atlet potensial. Abram menegaskan bahwa sistem ini bertujuan memastikan hanya atlet dengan standar kualitas yang mumpuni yang akan mewakili Jawa Timur di level berikutnya.

Penguatan Sumber Daya Manusia dan Standarisasi Lisensi

Selain kompetisi, pembinaan sumber daya manusia menjadi perhatian utama Pabersi Jatim. Hingga kini, masih banyak pelatih, atlet, dan wasit yang belum memiliki lisensi resmi. Untuk itu, program pelatihan dan penataran intensif akan digencarkan agar visi, pembinaan, serta standar kualitas seragam di seluruh kabupaten/kota.

Peningkatan lisensi diharapkan dapat memperbaiki kualitas atlet secara menyeluruh dan memberikan dampak positif pada prestasi cabang olahraga ini. Selain itu, Rakerda juga membahas penguatan sisi administrasi dan regulasi organisasi agar sejalan dengan kebijakan KONI Jatim, terutama dalam merespons tantangan kompetisi menuju Porprov dan Pra-PON 2027.

Dorongan Regulasi dan Kompetisi Berkelanjutan

Muhammad Nabil juga menekankan perlunya KONI pusat segera menetapkan cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON mendatang. Kepastian tersebut sangat diperlukan agar daerah bisa menyusun rencana pembinaan secara tepat dan terarah.

Nabil membebankan agar atlet angkat berat tidak hanya kuat dalam latihan, tetapi juga mampu tampil maksimal dalam berbagai kompetisi maupun event. Hal ini untuk menghindari situasi di mana hasil latihan tidak berbanding lurus dengan prestasi di pertandingan sebenarnya.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Pabersi Jatim membidik kebangkitan prestasi angkat berat. Target utama yang diusung adalah meraih medali emas pada gelaran PON di masa depan yang akan memberikan kebanggaan bagi provinsi Jawa Timur.

Source: konijawatimur.co
Exit mobile version