Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur memberikan apresiasi atas kegiatan pembagian takjil dan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh PDI Perjuangan Jawa Timur. Kegiatan tersebut dianggap mencerminkan tradisi kebaikan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw selama bulan Ramadan.
Ir. H. Tahmid Masyhudi menyampaikan penghargaan itu saat memberikan kultum bertema “Kemuliaan Bulan Ramadhan” di kantor Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur. Ia menegaskan, kegiatan seperti berbagi takjil merupakan bagian dari sunnah mulia di bulan suci.
Tahmid menuturkan bahwa Ramadan bukan hanya waktu untuk menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum memperbanyak amalan seperti puasa, tarawih, tadarus Al-Quran, dan sedekah. Ia menjelaskan pentingnya memanfaatkan bulan penuh berkah ini untuk meningkatkan pahala dan kesabaran.
Menurut Tahmid, puasa memiliki makna spiritual yang tinggi karena menjadi sarana penyucian jiwa dan membawa pengampunan dari Allah Swt. “Menahan nafsu, termasuk menahan keinginan untuk minum, adalah bukti kesabaran yang diberi ganjaran khusus oleh Allah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa orang yang berpuasa mendapatkan kehormatan khusus di akhirat dengan diberikan pintu surga bernama ar-Rayyan. Pintu ini hanya dibuka untuk mereka yang berpuasa dan menutupnya setelah mereka masuk, sebagai tanda penghargaan atas perjuangan menahan godaan duniawi.
Selain nilai keagamaan, Tahmid memberikan penjelasan ilmiah mengenai manfaat puasa bagi kesehatan tubuh. Ia mengutip penelitian biologi sel dari Jepang yang menunjukkan puasa selama 17 jam efektif membakar lemak jahat dan memperbaharui sel tubuh yang lemah.
PWMU Jatim mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momen yang paling tepat dalam memperbanyak amal salih sembari melatih kesabaran. Hal ini diharapkan menjadi benteng bagi setiap individu agar terhindar dari perbuatan negatif dan meningkatkan kualitas spiritual.
Kegiatan sosial yang dilakukan oleh PDI Perjuangan di bulan Ramadan dinilai sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. Upaya tersebut menjadi contoh nyata dalam menghidupkan tradisi berbagi dan mempererat tali silaturahmi antar warga masyarakat.
Berikut beberapa poin penting mengenai makna Ramadan yang disampaikan PWMU Jatim:
1. Puasa sebagai bentuk penyucian jiwa dan pengendalian hawa nafsu.
2. Tarawih dan tadarus sebagai penguat ibadah selama bulan suci.
3. Sedekah dan berbagi takjil sebagai wujud kepedulian sosial.
4. Kehormatan mendapatkan pintu surga ar-Rayyan khusus untuk orang puasa.
5. Manfaat kesehatan seperti pembakaran lemak dan regenerasi sel tubuh.
Dengan hadirnya kegiatan sosial keagamaan tersebut, PDI Perjuangan Jawa Timur tidak hanya menjalankan tradisi Ramadan, tetapi juga menunjukkan kontribusi konkret bagi masyarakat. PWMU Jatim berharap momentum ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk meningkatkan amal baik yang selaras dengan ajaran Rasulullah.
Baca selengkapnya di artikel sumber: pdiperjuangan-jatim.com