Cuaca Ekstrem Mengancam 10 Wilayah Jawa Tengah Hari Ini Waspadai Hujan Lebat, Angin Kencang dan Banjir Rob

Author: Qoo Media

Cuaca di Jawa Tengah hari ini diperkirakan akan menunjukkan kondisi yang cukup ekstrem di sejumlah wilayah. Prakiraan dari BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menyebutkan adanya potensi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir di 10 daerah pada tanggal 27 Februari ini.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung. BMKG mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terutama di wilayah rawan bencana tersebut.

Daerah dengan Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG mengidentifikasi 10 wilayah di Jawa Tengah yang berisiko mengalami cuaca ekstrem hari ini. Daerah-daerah tersebut ialah Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kajen, Slawi, Brebes, Tegal, Bumiayu, dan Majenang. Potensi hujan lebat dan angin kencang dapat mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.

Perkembangan Cuaca Harian

Pada pagi hari, sebagian besar wilayah Jawa Tengah akan mengalami cuaca berawan. Wilayah pegunungan di bagian selatan Jawa Tengah berpeluang terkena hujan ringan hingga sedang. Memasuki siang hingga malam hari, intensitas hujan diperkirakan meningkat dan dapat menjadi ekstrem dengan hujan lebat, angin kencang, dan petir di beberapa kawasan.

Angin bertiup dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam dari arah barat menuju utara. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembaban relatif antara 60 hingga 95 persen.

Peringatan Pasang Air Laut dan Gelombang Tinggi

Selain fenomena hujan dan angin kencang, BMKG juga mengeluarkan peringatan mengenai pasang air laut (rob) dan gelombang tinggi di wilayah perairan utara Jawa Tengah. Gelombang di perairan selatan dan utara diprediksi mencapai ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter.

Fenomena air laut pasang dengan ketinggian maksimum mencapai satu meter diperkirakan akan terjadi pada sore hingga malam hari, yaitu antara pukul 16.00 hingga 19.00 WIB. Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir di sejumlah daerah Pantura Jawa Tengah.

Dampak dan Imbauan BMKG

Pascapasang air laut ini, aktivitas masyarakat di daerah pesisir seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan, dan petani garam dapat terganggu. BMKG mengimbau agar warga dan pihak terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana termasuk tanah longsor dan banjir.

Khusus bagi para pelayaran, BMKG wilayah maritim Tanjung Emas Semarang telah mengingatkan agar waspada terhadap gelombang tinggi yang berpotensi membahayakan keselamatan di laut. Kondisi cuaca ekstrem dan laut pasang menuntut antisipasi dan kesiapsiagaan semua pihak.

Baca selengkapnya di artikel sumber: mediaindonesia.com
Terbaru