Ketua dan Sekretaris PKS Jatim Bukan Legislator, Bagus Fokus 24 Jam Bangun Partai Bangkitkan Daerah Tanpa Kursi Legislator

Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur saat ini memiliki karakter kepemimpinan yang berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Baik Bagus Prasetia Lelana sebagai Ketua DPW maupun Muhamad Syadid sebagai Sekretaris DPW tidak menjabat sebagai anggota legislatif.

Ketidakterlibatan mereka dalam jabatan legislatif justru memberikan keuntungan signifikan. Bagus menyatakan bahwa tanpa harus membagi waktu dengan agenda legislatif, fokus dan waktu dapat sepenuhnya dialokasikan untuk membangun dan menguatkan partai di wilayah Jawa Timur. “Kalau pengurus inti tidak merangkap sebagai anggota legislatif, waktunya bisa lebih banyak untuk mengurus partai,” ujar Bagus.

Bagus menegaskan bahwa dirinya bisa berkomitmen penuh terhadap kepentingan partai, bahkan dengan intensitas kerja yang hampir tanpa batas waktu. Ia menyebut bahwa dirinya bisa bekerja 24 jam penuh setiap hari untuk kepentingan PKS di Jawa Timur. Kondisi ini dianggapnya sebagai modal utama untuk mengoptimalisasi penguatan struktur partai.

Namun, Bagus juga mengakui bahwa masih terdapat pekerjaan rumah besar. PKS Jawa Timur masih menghadapi tantangan di sejumlah daerah yang belum memiliki kursi legislatif. Saat ini ada sekitar lima kabupaten/kota tanpa perwakilan legislatif dari PKS, yang menjadi fokus perhatian kepengurusan untuk segera diperkuat.

Beberapa kabupaten/kota tersebut sebelumnya pernah memiliki kursi legislatif, tetapi hilang pada pemilu terakhir. Oleh sebab itu, target utama adalah mengembalikan posisi tersebut di pemilu mendatang dengan upaya penguatan basis suara dan struktur organisasi di daerah.

Di sisi lain, ada pula daerah-daerah yang menunjukkan perkembangan positif dan melampaui target suara dua digit. Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Trenggalek disebut telah mencapai suara di atas 12 persen. Kota Malang bahkan menyentuh angka lebih dari 15 persen.

Berikut data capaian suara PKS di beberapa daerah menurut laporan Bagus:

1. Kota Surabaya: sekitar 12,5 persen
2. Kota Malang: lebih dari 15 persen
3. Kota Batu dan Kabupaten Trenggalek: di atas 12 persen dengan fraksi legislatif sendiri

Untuk menanggapi disparitas tersebut, DPW PKS Jatim memprioritaskan penguatan organisasi di daerah-daerah yang masih lemah. Bagus gencar melakukan kunjungan dan pendampingan ke struktur partai di wilayah yang belum memiliki kursi legislatif agar mendapatkan perhatian penuh.

Langkah ini sejalan dengan arahan pusat PKS yang menginginkan penguatan struktur hingga tingkat daerah yang minim perwakilan. Fokus utama adalah memastikan bahwa seluruh daerah mendapat perhatian agar basis PKS semakin kokoh dan merata.

Bagus optimistis bahwa strategi intensif tersebut akan mampu meningkatkan perolehan suara PKS pada pemilu mendatang. Ia juga menyatakan bahwa perubahan regulasi politik membuka peluang lebih luas bagi partai menengah seperti PKS untuk mengusung calon kepala daerah.

Target kepengurusan DPW PKS Jatim tidak hanya mempertahankan kursi yang ada, tetapi juga menambah kursi di daerah yang belum memiliki representasi legislatif. Strategi ini berlandaskan pada pembangunan organisasi yang solid dan perluasan basis dukungan masyarakat.

Menurut Bagus, kekuatan struktur partai dan kerja keras organisasi akan berbanding lurus dengan hasil politik yang dicapai. Fokus utama tetap pada pembangunan internal dan penguatan organisasi agar hasil politik PKS di Jawa Timur semakin meningkat.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.pks.id

Berita Terkait

Back to top button