
Bertemu Komunitas Pekerja Migran di Madiun, Bagus Tegaskan PKS Jatim Siap Jadi Rumah Perjuangan Pekerja
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, mengadakan pertemuan dengan jajaran pengurus Sahabat Migran Indonesia (SMI) di Kabupaten Madiun. Kegiatan ini digelar sebagai momentum penguatan sinergi antara PKS dengan komunitas pekerja, khususnya pekerja migran, dan pembahasan isu ketenagakerjaan.
Bagus menegaskan bahwa perjuangan untuk pekerja bukan hanya masalah ekonomi, melainkan juga tentang keadilan sosial dan masa depan politik. Ia menyatakan bahwa Jawa Timur sebagai provinsi dengan jutaan pekerja di berbagai sektor seperti industri, pelabuhan, pertanian, perikanan, hingga UMKM, sangat membutuhkan perlindungan yang kuat.
Peran PKS dalam Melindungi Pekerja
Menurut Bagus, PKS harus hadir sebagai rumah perjuangan bagi para pekerja. Partai tidak boleh hanya menjadi penonton saat muncul masalah seperti upah yang tidak adil, pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, sistem outsourcing yang merugikan, serta lemahnya perlindungan jaminan sosial. "Membela tenaga kerja bukan pilihan, melainkan kewajiban moral dan politik," ujarnya.
Selain itu, Bagus menekankan bahwa PKS wajib siaga dalam membaca arah kebijakan nasional dan global. Partai harus berani menyuarakan keadilan meskipun hal itu tidak selalu populer dan harus setia pada kepentingan rakyat kecil yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dari banyak pihak.
Program Politik dan Penguatan Jaringan Tenaga Kerja
Bagus mengungkapkan, PKS telah menetapkan target legislatif dan eksekutif di tingkat pusat, provinsi, serta 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan kolaborasi seluruh bidang, terutama Bidang Tenaga Kerja (Bidnaker), untuk melaksanakan program prioritas sesuai rencana strategis partai.
Bagus mendorong Bidnaker untuk bergerak lebih dari sekadar forum diskusi. Langkah nyata yang diusulkan meliputi:
- Konsolidasi jaringan buruh di setiap daerah di Jawa Timur.
- Pendampingan advokasi hukum bagi pekerja yang terdampak kebijakan tidak adil.
- Pendidikan politik bagi komunitas pekerja guna meningkatkan kesadaran.
- Menyiapkan kader-kader kompeten dalam bidang ketenagakerjaan yang akan duduk dalam lembaga legislatif.
Ia menambahkan bahwa kebijakan lahir dari kekuasaan, dan kekuasaan diperoleh dari dukungan rakyat. Bagus menyatakan optimisme bahwa konsistensi membela pekerja hari ini akan membuat para pekerja mendukung PKS di masa depan.
Komitmen Bersama untuk Keadilan dan Kesejahteraan Pekerja
Pertemuan itu dihadiri juga oleh Sekretaris DPW PKS Jatim, Muhamad Syadid, Ketua Bidang Tenaga Kerja DPW PKS Jatim, Zainul Arifin, serta pengurus DPD PKS Kabupaten Madiun dan aktivis serikat pekerja. Mereka bersepakat untuk memperkuat sinergi dalam advokasi dan pemberdayaan pekerja, tidak terkecuali pekerja migran.
Pemantapan relasi yang tulus dan tidak berorientasi transaksi menjadi fokus utama dalam memperkuat basis sosial serta mengokohkan posisi PKS di Jawa Timur. Upaya pemberdayaan ini diharapkan dapat mewujudkan keadilan dan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh pekerja di berbagai sektor.
Melalui konsolidasi ini, PKS Jawa Timur siap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan mendukung terciptanya kebijakan yang berpihak pada masyarakat pekerja, termasuk para pekerja migran yang memiliki peranan penting bagi perekonomian regional.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.pks.id








