Polda Jatim Petakan Titik Rawan Macet dan Kecelakaan, Operasi Ketupat Siap Redam Krisis Mudik Lebaran 2026

Polda Jawa Timur melakukan pemetaan titik rawan kemacetan dan kecelakaan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini merupakan bagian dari persiapan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar serentak oleh Kepolisian Republik Indonesia.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menyampaikan bahwa operasi pengamanan mudik akan dilaksanakan selama 13 hari. Operasi dimulai pada malam 13 dan berakhir pada 25 Maret 2026.

Iwan menjelaskan, operasi tidak hanya fokus pada pengamanan perjalanan fisik mudik. Namun juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menjalankan ibadah selama Ramadan dan merayakan Idul Fitri.

Sejak satu bulan sebelum pelaksanaan operasi, Polda Jatim melakukan survei lapangan bersama sejumlah instansi terkait. Instansi itu antara lain Jasa Marga, dinas perhubungan, serta instansi pekerjaan umum dari tingkat kabupaten hingga provinsi.

Survei bertujuan untuk memetakan potensi kendala selama arus mudik. Titik rawan kemacetan, lokasi dengan risiko kecelakaan tinggi, serta area yang berpotensi menyebabkan kelelahan pengemudi menjadi fokus utama pemetaan.

“Potensi yang dimungkinkan antara lain potensi macet, potensi kecelakaan, dan titik lelah. Itu sudah kami petakan baik di jalur arteri maupun jalan tol,” jelas Iwan. Informasi ini penting untuk mendukung langkah-langkah mitigasi selama arus mudik.

Dari hasil pemetaan, Polda Jatim dapat menyiapkan strategi pengaturan lalu lintas yang lebih tepat. Penempatan personel dan pos pengamanan pun disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Selain itu, Polda Jatim juga mengoptimalkan koordinasi dengan instansi transportasi dan pengelola jalan tol. Hal ini untuk memastikan kelancaran arus mudik serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Operasi Ketupat Semeru 2026 di Jawa Timur menjadi bagian dari operasi nasional. Kegiatan ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan kemacetan yang biasa terjadi saat musim mudik.

Polda Jatim memprioritaskan pelayanan dan pengamanan di jalur-jalur utama mudik yang menghubungkan antar daerah. Dengan antisipasi matang, diharapkan masyarakat dapat menjalani mudik dan Hari Raya Idul Fitri dengan aman dan nyaman.

Pemantauan dan evaluasi terus dilakukan selama operasi berlangsung. Polda Jawa Timur mengajak masyarakat untuk selalu disiplin berlalu lintas dan mematuhi aturan. Hal ini merupakan kunci utama keselamatan di jalan.

Langkah strategis yang diambil oleh Polda Jawa Timur menggambarkan komitmen serius dalam mengurangi risiko mudik. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan informasi pemetaan untuk memilih rute dan waktu perjalanan terbaik.

Polda Jatim terus memperkuat posko pengaman, layanan kesehatan, dan fasilitas penunjang di sepanjang jalur mudik utama. Hal ini bertujuan memberikan perlindungan optimal bagi para pemudik.

Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 menjadi momentum penting dalam mewujudkan mudik yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Jawa Timur. Kerja sama antarinstansi menjadi faktor penentu keberhasilan operasi ini.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.jpnn.com
Terkait