BMKG Wanti-Wanti Cuaca Ekstrem Mengancam Jatim Saat Mudik Lebaran 2026, Waspada Banjir dan Longsor Membayangi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang akan melanda hampir seluruh wilayah Jawa Timur selama periode mudik Lebaran. Peringatan ini disampaikan guna mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan hingga menjelang hari Lebaran.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena ancaman cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es. Peringatan ini berlaku hingga tanggal 20 Maret mendatang.

Wilayah Berisiko Cuaca Ekstrem di Jawa Timur
Beberapa wilayah di Jawa Timur yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem meliputi:

  1. Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Gresik
  2. Kediri (kabupaten dan kota), Malang (kabupaten dan kota), Lumajang, Madiun, Magetan
  3. Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Probolinggo
  4. Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tulungagung
  5. Jember, Pasuruan, Bojonegoro, Jombang, Batu, Mojokerto (kota)
  6. Pasuruan (kota), Probolinggo (kota), Surabaya, Lamongan, Pamekasan, Tuban

Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem
Menurut Taufiq, saat ini Jawa Timur sedang memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau yang disebut pancaroba. Namun, keberadaan fenomena atmosfer global seperti Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Kelvin meningkatkan potensi cuaca ekstrem. Fenomena ini diikuti dengan suhu muka laut yang masih hangat di perairan selatan Jawa Timur serta kondisi atmosfer lokal yang labil.

Analisis terbaru menunjukkan adanya pola konvergensi serta belokan angin pada ketinggian 3.000 kaki di atas wilayah Jawa Timur. Kondisi atmosfer saat ini masuk kategori labil dengan tingkat konvektif sedang. Faktor-faktor tersebut memperkuat pertumbuhan awan konvektif masif yang berpotensi menimbulkan hujan deras disertai petir.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah berbukit atau bertebing, untuk meningkatkan kewaspadaan. Risiko yang dapat muncul akibat cuaca ekstrem antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan jarak pandang yang menurun.

Untuk mendukung keselamatan selama mudik Lebaran, masyarakat disarankan:

  1. Memantau informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG
  2. Menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca buruk
  3. Waspada terutama di daerah rawan bencana hidrometeorologi dengan topografi curam
    BMKG terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan akan memberikan informasi terkini. Peningkatan kewaspadaan selama mobilitas mudik sangat penting agar risiko bencana dapat diminimalisir.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnnindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button