H+1 Lebaran Polda Jabar Siaga Maksimal, Mengurai Kepadatan Di Jalur Wisata Terpopuler

Pasca puncak arus mudik Lebaran, Kepolisian Daerah Jawa Barat beralih fokus pengamanan menuju jalur-jalur wisata pada H+1 Lebaran. Polda Jabar menindaklanjuti lonjakan mobilitas masyarakat yang memanfaatkan libur untuk berwisata ke berbagai objek di wilayah tersebut.

Pantauan arus lalu lintas menunjukkan area Exit Tol Pasteur ramai lancar, meskipun kendaraan mulai terlihat padat di lampu lalu lintas Pasteur menuju Flyover Kusumaatmadja. Kendaraan dengan pelat nomor luar kota mendominasi pergerakan menuju Jalan Setiabudi dan kawasan wisata Lembang.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menyatakan bahwa pengamanan kini diprioritaskan di lima klaster utama. Kelima klaster tersebut yaitu tempat ibadah, pusat transportasi, jalan tol, jalur arteri, serta kawasan wisata.

Ia menambahkan bahwa terdapat peningkatan arus kendaraan sekitar 30 persen di sejumlah destinasi wisata. Peningkatan ini diprediksi terus bertambah seiring aktivitas silaturahmi dan mobilitas wisatawan pasca Lebaran, terutama pemudik yang sudah sampai di kampung halaman.

Area wisata yang mendapat perhatian khusus dari aparat kepolisian adalah Kawasan Puncak seperti Taman Safari, Lembang, Ciwidey, dan Pantai Pangandaran. Titik-titik tersebut rawan kepadatan ekstrem sehingga pengamanan ditingkatkan sejak awal liburan.

Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono menjelaskan sejumlah strategi antisipasi kemacetan telah diterapkan. Selain menempatkan personel statis di titik rawan, tim urai kemacetan juga disiagakan secara mobile untuk merespons kemacetan dengan cepat.

Raydian menegaskan penggunaan teknologi drone dimaksimalkan untuk pemantauan lalu lintas secara real-time. Hal ini membantu mengidentifikasi penyebab kepadatan dengan tepat dan memungkinkan penanganan segera.

Secara teknis, Polda Jabar juga mengaplikasikan rekayasa lalu lintas berupa delaying system atau sistem penundaan arus. Sistem tersebut mengatur volume kendaraan secara bergantian sebelum diberlakukannya one way di jalur Puncak.

Delaying system dinilai efektif dalam menekan kepadatan kendaraan di jalur yang rawan kemacetan. Sistem ini mengatur kendaraan dari dua arah secara bergantian sehingga memperlancar arus menuju kawasan wisata.

Pengamanan jalur wisata pada H+1 Lebaran ini menjadi upaya preventif untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan memberikan rasa aman bagi wisatawan. Polda Jabar tetap memonitor dinamika mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, diharapkan pengunjung destinasi wisata di Jawa Barat dapat menikmati liburan dengan nyaman tanpa terhambat kemacetan berlebihan. Pengawasan ketat tetap dilakukan agar arus wisata berjalan lancar dan kondusif.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: visi.news
Exit mobile version