Arus Balik Pemudik ke Jakarta Meningkat Drastis, Durasi Lampu Hijau di Pantura Cirebon Diperpanjang untuk Atasi Macet

Arus balik kendaraan ke Jakarta di Jalur Pantura Cirebon meningkat signifikan sejak pagi hari. Kenaikan volume kendaraan ini didominasi oleh pengendara yang berasal dari Jawa Tengah menuju Jakarta.

Untuk mengatasi kepadatan tersebut, Polresta Cirebon melakukan perubahan durasi lampu lalu lintas di Simpang Empat Palimanan. Perubahan ini bertujuan mengurai kepadatan arus balik Lebaran di jalur arteri Pantura.

Perubahan Durasi Lampu Lalu Lintas

Durasi lampu hijau dari arah Bandung menuju Cirebon sebelumnya sekitar 30 detik kini diperpanjang menjadi satu menit. Penambahan waktu ini bertujuan memperlancar pergerakan kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

Sementara itu, lampu hijau untuk arus kendaraan dari Jawa Tengah ke Jakarta maupun Bandung juga mengalami penyesuaian waktu. Durasi lampu hijau yang awalnya sekitar 2,5 menit ditambah menjadi 3,5 menit atau 210 detik. Penyesuaian ini diharapkan dapat mengakomodasi lonjakan kendaraan arus balik dengan lebih baik.

Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan

Petugas kepolisian menggunakan diskresi dalam rekayasa lalu lintas, termasuk penyetopan kendaraan sementara dari arah tertentu untuk memprioritaskan arus utama. Penyetopan ini dilakukan guna menghindari penumpukan kendaraan yang dapat menyebabkan kemacetan total.

Selain itu, sejumlah personel kepolisian juga mengatur pergerakan kendaraan secara manual dengan tongkat lalu lintas. Pengaturan secara bergantian ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus kendaraan yang bercampur antara sepeda motor, mobil pribadi, bus, dan truk logistik.

Faktor Penyebab Kepadatan Arus Lalu Lintas

Kepadatan arus di sekitar Palimanan dipengaruhi oleh pertemuan dua jenis arus kendaraan. Pertama, arus balik pemudik yang terpusat sepanjang jalur Pantura. Kedua, aktivitas kendaraan lokal warga setempat yang menggunakan jalur arteri.

Selain itu, penerapan sistem satu arah dari Jawa Tengah menuju Jakarta juga berdampak pada peningkatan volume kendaraan di jalur tersebut. Sistem ini menyebabkan arus kendaraan terkonsentrasi dan menimbulkan lonjakan volume di beberapa titik.

Pantauan Kondisi Lalu Lintas

Menurut pengamatan di lapangan, antrean kendaraan terlihat mengular di titik-titik sepanjang Jalur Pantura Cirebon. Kendaraan roda dua mendominasi, namun terdapat juga mobil pribadi, bus antarkota, dan truk logistik yang melintas dengan kecepatan terbatas.

Keberadaan petugas kepolisian yang aktif mengatur arus kendaraan secara manual menjadi kunci untuk mencegah kemacetan parah. Penanganan lalu lintas yang cepat dan responsif sangat diperlukan mengingat kondisi jalur yang padat dan beragam jenis kendaraan.

Pengaturan durasi lampu lalu lintas dan rekayasa arus secara manual merupakan langkah strategis Polresta Cirebon untuk mengendalikan kepadatan di jalur arteri Pantura selama masa arus balik Lebaran 2026. Upaya ini diharapkan bisa menjaga kelancaran perjalanan dan keamanan pengguna jalan di wilayah tersebut.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.metrotvnews.com
Exit mobile version