Normalisasi Sungai Bremi Berjalan Bertahap, Kolaborasi Pemprov Jateng Hadapi Banjir Pekalongan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengonfirmasi bahwa normalisasi Sungai Bremi di Pekalongan dilakukan secara bertahap. Langkah ini diambil sebagai respon atas jebolnya tanggul sungai sepanjang sekitar 20 meter akibat tingginya debit air pascahujan deras.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan banjir di Kota dan Kabupaten Pekalongan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah pusat, provinsi, serta pemerintah kota dan kabupaten diharapkan bekerja sama untuk menangani persoalan ini secara efektif.

Normalisasi Sungai Bremi telah mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat dan Pemprov Jateng sejak 2025. Hal ini dimaksudkan agar penanganan berjalan cepat dan tuntas. Selain itu, terdapat rencana perbaikan ruas jalan Randujajar yang melibatkan Pemkab dan Pemkot Pekalongan sebagai bagian dari upaya pengentasan dampak banjir.

Tanggul Sungai Bremi jebol menyebabkan luapan air menggenangi persawahan di Pasirsari dan Tegaldowo. Beberapa permukiman di Kelurahan Pasirkratonkramat juga terdampak banjir cukup parah. Kondisi ini memicu penanganan tanggap darurat oleh berbagai lembaga.

Upaya penanganan darurat telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota dan Kabupaten Pekalongan. Mereka bekerja sama dengan TNI, Polri, serta BPBD Provinsi Jawa Tengah untuk menstabilkan situasi. Penanganan meliputi pemasangan trucuk kayu dan sandbag serta pemompaan air dari permukiman menggunakan pipa air.

Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan senilai Rp134,90 juta kepada warga terdampak banjir. Bantuan di antaranya berupa logistik makanan, beras, obat-obatan, serta perlengkapan sekolah. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi terdampak.

Lurah Pasirkratonkramat, Dwi Indah Widiastuti, menyatakan bahwa penanganan darurat berjalan cepat dengan dukungan TNI dan Polri. Selain itu, kerja bakti masyarakat digelar untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Bantuan yang diterima dari Pemprov akan segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

Langkah-Langkah Normalisasi Sungai Bremi Secara Bertahap

  1. Identifikasi dan penanganan titik-titik kritis jebol di tanggul sungai.
  2. Pemasangan struktur penahan sementara seperti trucuk kayu dan sandbag.
  3. Pengerukan dan pelebaran sungai untuk mengoptimalkan aliran air.
  4. Perbaikan infrastruktur pendukung, termasuk ruas jalan Randujajar.
  5. Koordinasi antar pemerintah pusat, provinsi, kota, dan kabupaten.

Normalisasi Sungai Bremi merupakan bagian dari upaya besar mengatasi banjir yang sering melanda wilayah Pekalongan. Dengan mekanisme bertahap dan kolaboratif, diharapkan dampak bencana bisa diminimalkan serta kualitas hidup masyarakat terdampak dapat segera pulih. Implementasi program ini terus dipantau agar sesuai target dan efektif di lapangan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.antaranews.com
Exit mobile version