Khofifah Dorong Perhutani Perkuat Hutan Berkelanjutan, Aren dan Mangrove Jadi Kunci

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Perum Perhutani memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan kawasan hutan berkelanjutan di Jawa Timur. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial hutan bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Khofifah menekankan bahwa hutan tidak hanya berperan sebagai penyangga kehidupan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko bencana. Ia menyebut pengelolaan hutan harus memberi manfaat nyata agar masyarakat sekitar hutan ikut merasakan dampak positifnya.

Kolaborasi untuk pengelolaan hutan berkelanjutan

Dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Khofifah meminta sinergi antara pemerintah daerah dan Perhutani terus diperkuat. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan kawasan hutan di Jawa Timur harus berjalan berkelanjutan agar tetap memberi manfaat bagi warga.

Ia menegaskan bahwa hutan memiliki fungsi strategis sebagai penyangga kehidupan. Fungsi itu mencakup perlindungan lingkungan, dukungan terhadap mitigasi bencana, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Aren dinilai efektif cegah longsor

Salah satu langkah konkret yang didorong Khofifah adalah optimalisasi penanaman pohon aren di sekitar permukiman dan area aktivitas warga. Menurut dia, pohon aren dapat membantu mengurangi risiko longsor karena memiliki akar tunjang yang kuat.

Selain manfaat ekologis, aren juga memiliki nilai ekonomi. Pohon ini dapat dimanfaatkan melalui nira dan produk turunannya, sehingga dinilai mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar hutan.

Dorongan pelestarian mangrove

Khofifah juga mengajak Perhutani bersinergi dalam program Pemprov Jawa Timur, termasuk festival mangrove yang rutin digelar. Program itu menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus penguatan kesadaran publik terhadap pentingnya ekosistem pesisir.

Pelestarian lingkungan disebut sebagai prasyarat pembangunan hijau. Khofifah menekankan bahwa upaya ini juga mendukung target Net Zero Emission 2060 yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

Perhutani siap perkuat kerja sama

Direktur Utama Perum Perhutani Tio Handoko menyatakan komitmen untuk memperkuat kerja sama dengan Pemprov Jawa Timur. Ia menyebut pengelolaan hutan perlu dilakukan secara adaptif dan berkelanjutan agar mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan.

Tio juga menekankan pentingnya dukungan lintas sektor dalam menghadapi tekanan terhadap kawasan hutan. Menurut dia, penguatan kerja sama perlu diarahkan tidak hanya pada aspek pelestarian, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Poin utama yang dibahas dalam pertemuan:

  1. Penguatan kolaborasi Pemprov Jawa Timur dan Perhutani dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.
  2. Optimalisasi penanaman pohon aren untuk mengurangi risiko longsor.
  3. Sinergi dalam kegiatan festival mangrove sebagai bagian dari pelestarian lingkungan.
  4. Dukungan terhadap pembangunan hijau dan target Net Zero Emission 2060.
  5. Komitmen kerja sama lintas sektor untuk menjaga kawasan hutan dan kesejahteraan warga.

Pemprov Jawa Timur dan Perhutani sama-sama menempatkan pengelolaan hutan sebagai agenda penting yang tidak hanya menyangkut konservasi, tetapi juga ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Fokus kerja sama itu diarahkan agar kawasan hutan tetap produktif, terjaga, dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga di sekitar hutan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.antaranews.com

Berita Terkait

Back to top button