Arus Balik Lebaran Mulai Menekan Jateng, One Way Lokal Disiapkan Dari Kendal

Polisi di Jawa Tengah menyiapkan skenario khusus untuk menghadapi kepadatan puncak arus balik Lebaran. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan one way lokal secara terbatas di ruas Tol Trans-Jawa wilayah Jateng untuk mengurai lonjakan kendaraan.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M Pratama Adhyasastra menyebut skema one way tahap ketiga dirancang dari kilometer 390 Tol Trans-Jawa di Kendal hingga Pejagan. Rekayasa ini disiapkan sebagai respons jika volume kendaraan pada jalur balik terus meningkat pada puncak arus balik gelombang kedua.

Skema diterapkan saat volume tertentu

Pratama mengatakan, penerapan one way lokal akan dimulai bila arus kendaraan menyentuh sekitar 3.000 kendaraan per jam. Jika volume masih berada di kisaran 2.500 hingga 2.800 kendaraan per jam, lalu lintas akan tetap dibiarkan normal tanpa rekayasa.

Kepolisian, kata dia, sudah bersiaga penuh untuk menerapkan skema tersebut kapan pun diperlukan. Momentum yang paling diantisipasi adalah Minggu malam saat arus balik diperkirakan mencapai titik terpadat.

Berbeda dari pola sebelumnya

Pada skema kali ini, one way tidak dimulai dari Gerbang Tol Kalikangkung di kilometer 414. Polisi memilih memulai dari wilayah Kendal agar penguraian kepadatan dari arah timur bisa berlangsung lebih cepat.

Langkah itu juga ditujukan untuk membantu distribusi kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik. Arus kendaraan diharapkan bisa lebih lancar menuju Pejagan dan mengurangi risiko kemacetan di kawasan rawan, seperti Cikampek dan Cirebon di Jawa Barat.

Fokus pengaturan arus di jalur balik

Rekayasa lalu lintas ini disusun untuk menyesuaikan kondisi lapangan secara dinamis. Petugas akan melihat perkembangan volume kendaraan sebelum memutuskan aktivasi one way lokal di jalur Trans-Jawa bagian tengah.

Berikut poin utama skema yang disiapkan polisi:

  1. Lokasi one way lokal: kilometer 390 Tol Trans-Jawa di Kendal hingga Pejagan.
  2. Ambang penerapan: sekitar 3.000 kendaraan per jam.
  3. Kondisi normal: lalu lintas tetap normal jika volume berada di kisaran 2.500 hingga 2.800 kendaraan per jam.
  4. Tujuan utama: mengurai kepadatan dan mencegah penumpukan di jalur rawan.

Imbauan keselamatan bagi pemudik

Selain rekayasa arus, polisi juga meminta pemudik tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengendara diminta menjaga kecepatan di kisaran 40 hingga 50 kilometer per jam saat lalu lintas padat agar risiko kecelakaan bisa ditekan.

Pengaturan arus dan kedisiplinan pengendara menjadi faktor penting agar arus balik Lebaran berlangsung lebih lancar. Dengan kesiapan petugas dan kehati-hatian pengguna jalan, kepadatan di Tol Trans-Jawa wilayah Jateng diharapkan bisa tertangani lebih cepat tanpa mengganggu mobilitas pemudik yang kembali ke daerah asal.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.beritasatu.com
Exit mobile version