Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur, Moh Hosen, menyatakan dukungan agar Eri Cahyadi maju sebagai Gubernur Jawa Timur pada Pilgub mendatang. Dukungan itu ia kaitkan dengan gaya kepemimpinan Eri yang dinilai inovatif, responsif, dan layak dicontoh oleh kepala daerah lain.
Penilaian tersebut muncul dari jejak Eri selama memimpin Surabaya dua periode. Menurut Hosen, Eri menunjukkan pendekatan humanis, berbasis teknologi, dan berfokus pada pelayanan langsung kepada masyarakat.
Jejak kepemimpinan yang jadi sorotan
Selama memimpin kota pahlawan, Eri disebut membawa banyak terobosan yang mengubah Surabaya. Kebijakan itu juga menarik perhatian publik karena menghasilkan 106 penghargaan nasional dan internasional untuk pribadi maupun Pemerintah Kota Surabaya.
Salah satu capaian yang disorot adalah penghargaan ASEAN Environtmentally Sustainable City kategori Udara Terbersih Kota Besar. Dengan pencapaian itu, Surabaya diakui sebagai kota dengan udara terbersih se-ASEAN atau Asia Tenggara.
Penghargaan internasional tersebut diterima langsung oleh Eri dalam ajang “The 5 ASEAN ESC Award and the 4 Certificate of Recognition” di Jakarta. Bagi Hosen, capaian itu menjadi salah satu alasan dukungan KAKI Jatim diberikan.
Alasan dianggap layak memimpin Jawa Timur
Hosen menilai Eri memiliki kemampuan inovatif karena mampu memperkenalkan pembaruan, ide kreatif, dan solusi baru untuk memperbaiki sistem lama. Ia juga menyebut Eri sebagai pemimpin yang berpikir out of the box untuk menjawab persoalan di lapangan.
Selain inovatif, Eri dinilai responsif karena cepat menanggapi situasi dan kebutuhan lingkungan. Hosen menyebut Eri peduli, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan tidak jarang turun langsung ke lapangan untuk mendengar keluhan warga.
Eri juga menerima penghargaan The Right Man On The Right Place dengan kategori most responsive leader with servant leadership. Penghargaan itu sejalan dengan citranya sebagai pemimpin yang menempatkan diri sebagai pelayan rakyat.
Rekam kerja di Surabaya
Di sektor tata kelola, Eri menerapkan gaya teknokratik yang detail dan berfokus pada target terukur melalui RKPD dan RPJMD. Di bawah kepemimpinannya, Pemkot Surabaya juga meraih National Governance Awards 2026 atas integrasi pelayanan publik.
Eri ikut mendorong transformasi kawasan kota, termasuk Jalan Tunjungan dan Kota Lama, menjadi pusat ekonomi baru. Upaya itu mengantarkannya meraih Creativity Innovation Entrepreneur Leadership Medal of Distinction 2024 dari MarkPlus Institute.
Pelayanan publik juga disebut tidak berhenti di balai kota. Eri menegaskan layanan pemerintah harus menjangkau hingga tingkat Balai RW, termasuk untuk program intervensi stunting dan kemiskinan yang terukur.
Kebijakan sosial dan pendidikan
Di bidang kesejahteraan, kebijakan Eri kerap memprioritaskan warga ber-KTP Surabaya. Program itu mencakup pengobatan gratis dengan anggaran lebih dari Rp500 miliar melalui UHC dan bursa kerja inklusif untuk menekan pengangguran.
Pada bidang pendidikan karakter, Eri meluncurkan Sekolah Kebangsaan bekerja sama dengan TNI AL. Program tersebut disebut dinilai positif dan ditiru oleh daerah lain.
Eri juga mewajibkan seluruh perangkat daerah menyampaikan output dan outcome kinerja secara terbuka melalui media. Langkah itu dimaksudkan agar warga dapat mengetahui hasil pembangunan secara jelas dan akuntabel.
KAKI Jatim mengajak masyarakat Jawa Timur mendukung niat Eri Cahyadi bila maju dalam Pilgub Jatim mendatang. Hosen menegaskan dukungan itu lahir dari keyakinan bahwa Jawa Timur membutuhkan pemimpin yang berkualitas, berintegritas, dan bisa menjadi percontohan di Indonesia.
