Komunitas Suluk Lamuk di Temanggung, Jawa Tengah, menggelar kegiatan bertajuk Deres Buku sebagai upaya memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang diskusi yang hangat bagi warga dengan minat pada buku dan pemikiran.
Agenda tersebut menarik karena menghadirkan literasi bukan hanya sebagai kegiatan membaca, tetapi juga sebagai ruang bertemu dan bertukar gagasan. Dalam suasana seperti ini, buku menjadi pintu masuk untuk memperluas percakapan di lingkungan sosial yang lebih luas.
Kegiatan itu diikuti berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pegiat komunitas. Kehadiran peserta dari latar belakang yang beragam menunjukkan bahwa minat terhadap dunia buku masih tumbuh dan mendapat tempat di tengah masyarakat.
Deres Buku menjadi bagian dari cara komunitas menghidupkan tradisi berdialog lewat bacaan. Pendekatan semacam ini penting karena budaya literasi tidak hanya bertumpu pada ketersediaan buku, tetapi juga pada kebiasaan untuk membahas, menafsirkan, dan merespons isi bacaan bersama-sama.
Di Temanggung, kegiatan komunitas seperti ini memberi ruang yang lebih dekat bagi masyarakat untuk terlibat dalam literasi secara langsung. Dengan format yang terbuka dan partisipatif, Deres Buku mempertemukan pembaca dari berbagai kelompok dalam satu forum yang menekankan minat, percakapan, dan pemikiran.
Source: jateng.antaranews.com






