Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah sebagai langkah penting untuk memetakan kekuatan ekonomi daerah yang besar dan terus tumbuh. Penekanan utamanya ada pada satu hal: data yang berkualitas akan menentukan apakah kebijakan pembangunan bisa benar-benar tepat sasaran.
Pencanangan itu digelar di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang dan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah, pimpinan BPS provinsi dan kabupaten/kota, serta 1.000 petugas SE2026. Kehadiran banyak pemangku kepentingan ini menandai besarnya perhatian terhadap sensus yang akan menjadi garda depan pendataan lapangan.
Jawa Tengah jadi panggung awal yang strategis
Sonny menilai Jawa Tengah memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional dengan fondasi usaha yang kuat. Pertumbuhan ekonominya tercatat konsisten berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sejak triwulan I-2025 hingga triwulan I-2026, dan provinsi ini juga disebut menjadi salah satu primadona investasi dari luar negeri.
Skala usaha di daerah ini juga menjadi alasan mengapa pencanangan dilakukan di Jawa Tengah. Data BPS mencatat jumlah usaha di Jawa Tengah pada 2026 hampir mencapai 5 juta unit usaha, setara 25,76 persen dari seluruh usaha di Pulau Jawa dan 15,25 persen dari total usaha di Indonesia.
Lonjakan usaha dan dominasi UMKM
Dalam dua dekade terakhir, jumlah usaha di Jawa Tengah naik dari 3,69 juta unit pada 2006 menjadi 4,93 juta unit pada 2026. Dari jumlah itu, sekitar 4,8 juta merupakan UMKM, sehingga sektor usaha kecil dan menengah tetap menjadi penopang utama ekonomi daerah.
Besar dan dinamisnya aktivitas usaha itu membuat SE2026 dinilai punya makna strategis bagi Jawa Tengah. Sensus ini diharapkan memberi gambaran yang lebih lengkap tentang struktur dan karakteristik usaha di salah satu pusat kegiatan ekonomi nasional.
Cakupan sensus diperluas ke sektor pertanian
Sonny juga menegaskan bahwa SE2026 untuk pertama kalinya akan mencakup sektor pertanian. Dengan cakupan itu, hasil sensus diharapkan mampu menyajikan potret aktivitas ekonomi yang lebih utuh dan tidak hanya terbatas pada usaha nonpertanian.
Menurut Sonny, komitmen pemerintah daerah sangat penting untuk menghasilkan data berkualitas. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jawa Tengah, terutama kepada Gubernur Ahmad Luthfi, atas dukungan yang dinilai membantu pelaksanaan sensus.
Dukungan daerah dan ajakan ke pelaku usaha
Ahmad Luthfi menyatakan dukungan penuh terhadap SE2026 dan menilai data hasil sensus akan menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun arah pembangunan dan kebijakan ekonomi ke depan. Ia bahkan menyebut sensus ini harus berhasil karena data yang dihasilkan akan menjadi roadmap bagi para pejabat kabupaten/kota.
Luthfi juga mengajak bupati, wali kota, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memberi informasi yang akurat kepada petugas BPS. Partisipasi semua pihak dinilai akan membantu menghasilkan peta perekonomian Jawa Tengah yang lebih faktual dan komprehensif.
Pesan BPS: terima, isi, dan jaga rahasia
Sonny mengajak masyarakat menyukseskan SE2026 dengan pesan singkat “TIR”, yang berarti Terima petugas SE2026, Isi data dengan benar, dan Rahasia data pasti terjaga. Ia menekankan bahwa tanpa dukungan masyarakat, data yang dibutuhkan tidak akan bisa diperoleh.
Ia juga mengingatkan bahwa statistik bukan sekadar angka. Menurutnya, di balik data ada jutaan manusia dan jutaan pelaku usaha yang berharap, sehingga statistik harus dipahami sebagai bagian dari kemanusiaan.
Source: www.cnnindonesia.com






