Persiapan menuju PON 2028 di cabang pencak silat mulai digarap lebih serius oleh IPSI Jawa Timur. Target yang dipasang juga tidak kecil, yakni empat medali emas dari ajang olahraga nasional itu.
Untuk mengejar sasaran tersebut, IPSI Jatim menyiapkan standarisasi program latihan bagi atlet pencak silat di seluruh kabupaten dan kota. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat pembinaan agar kualitas atlet bisa naik secara merata.
Dukungan juga datang dari KONI Jawa Timur yang menempatkan program itu sebagai bagian dari strategi memperkuat prestasi pencak silat Jatim di PON 2028. Dengan pola yang seragam, pembinaan diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri di tiap daerah.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyebut rekrutmen atlet dilakukan lewat empat jalur. Jalur itu meliputi Pengprov, KONI kabupaten/kota, hasil Pekan Olahraga Provinsi, serta jalur individu yang punya potensi dan prestasi.
Nabil menegaskan, siapa pun yang memiliki kemampuan tetap bisa direkrut selama mengikuti tahapan yang sudah ditentukan. Skema ini dibuat agar pembinaan tetap terbuka, tetapi tetap terukur dan sesuai kebutuhan prestasi.
Di Jawa Timur, sistem pembinaan atlet memang dijalankan secara berjenjang. Atlet yang sudah menunjukkan prestasi akan dibina langsung oleh KONI Jatim, sementara atlet yang masih berkembang menjadi tanggung jawab Pengprov masing-masing cabang olahraga.
Dengan model pembinaan seperti itu, IPSI Jatim dan KONI Jatim ingin membangun fondasi yang lebih kuat sejak awal. Sedikitnya 40 atlet disiapkan lewat standarisasi latihan sebagai bagian dari upaya mengejar target medali di PON 2028.
