JINGGA SURYA, Pompa Irigasi Tenaga Surya Jabar yang Mengubah Cara Petani Mendapatkan Air

Pemanfaatan energi baru terbarukan di sektor pertanian Jawa Barat kini punya wajah yang lebih konkret lewat JINGGA SURYA. Inovasi irigasi tenaga surya dari UPTD Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Provinsi Jawa Barat ini masuk sebagai peserta Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2026.

Kehadiran JINGGA SURYA menyoroti persoalan lama yang masih dihadapi banyak petani, yakni sulitnya akses air dan tingginya biaya pengairan. Teknologi ini menawarkan alternatif yang lebih hemat, mandiri, dan berkelanjutan di tengah ketergantungan pada pompa berbahan bakar minyak.

Jawaban untuk masalah air dan biaya pengairan

Kepala UPTD BP Mektan Jabar, Anggi Jingga, menyebut JINGGA SURYA lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Banyak petani masih mengandalkan pompa BBM, sementara harga bahan bakar terus naik dan tidak selalu mudah diperoleh di wilayah pertanian.

Situasi itu makin berat karena tidak semua kawasan pertanian memiliki akses listrik yang memadai. Saat musim kemarau atau fenomena El Nino terjadi, ketersediaan air juga ikut menurun dan kebutuhan irigasi menjadi semakin mendesak.

Cara kerja JINGGA SURYA

JINGGA SURYA adalah pompa irigasi air dangkal berukuran 3 inch yang memakai tenaga surya sebagai sumber energi utama. Sistem ini menggabungkan panel surya, kontrol kelistrikan, elektro motor, pompa air, jaringan distribusi, dan rangka portable yang mudah dipindahkan.

Teknologi ini menggunakan tiga panel surya berkapasitas 550 Wp per unit dengan total 1.650 Wp. Kapasitas itu lebih besar dari kebutuhan daya pompa, sehingga pasokan energi tetap stabil meski cuaca tidak sepenuhnya cerah.

Kapasitas dan manfaat lapangan

Hasil pengujian menunjukkan sistem ini mampu mengoperasikan pompa dengan kapasitas aliran maksimal 25.000 liter air per jam. Air dapat diambil dari sumur dangkal, embung, maupun sumber air permukaan lain untuk disalurkan ke lahan pertanian sesuai kebutuhan.

Anggi menegaskan keunggulan JINGGA SURYA tidak berhenti pada sisi teknologi. Petani tidak perlu lagi membeli BBM setiap kali melakukan pengairan, dan biaya perawatan juga lebih rendah karena tidak ada kebutuhan mengganti oli atau komponen mesin pembakaran seperti pada pompa konvensional.

Sudah dipakai di beberapa wilayah

JINGGA SURYA saat ini telah diterapkan di Kabupaten Cianjur, Satpel Cirebon, Satpel Karawang, dan Satpel Pangandaran. Implementasi di wilayah-wilayah itu menunjukkan teknologi ini bisa beradaptasi dengan berbagai karakteristik lahan pertanian.

Penerapan yang lebih luas juga diharapkan dapat mendorong replikasi di daerah lain di Jawa Barat. Fokus utamanya adalah wilayah yang memiliki keterbatasan akses air dan masih bergantung pada pompa BBM.

KIJB sendiri merupakan program tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat. Program ini menjadi wadah untuk menjaring, mengapresiasi, dan mendorong budaya inovasi di lingkungan perangkat daerah maupun masyarakat.

Anggi berharap JINGGA SURYA terus berkembang dan memberi dampak lebih luas bagi petani. Inovasi ini diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mempercepat transformasi pertanian modern berbasis energi terbarukan.

Source: www.sukabumiupdate.com

Terkait