BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk Jawa Timur pada Kamis, 25 Juni 2026, saat massa udara basah masih mendominasi kawasan pesisir dan dataran tinggi. Kondisi ini membuat warga perlu bersiap menghadapi hujan ringan hingga potensi angin kencang.
Pusat perhatian BMKG kali ini ada pada dinamika atmosfer lokal yang berubah cepat sepanjang hari. Fluktuasi suhu dan kelembapan di berbagai titik pengamatan juga memicu pertumbuhan awan konvektif secara dinamis.
Wilayah yang dipantau ketat
Stasiun meteorologi telah memetakan beberapa daerah di Jawa Timur yang berpotensi mengalami hujan lebat atau curah hujan yang fluktuatif. Pemantauan intensif dilakukan melalui radar cuaca terintegrasi Stasiun Juanda untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG menilai tanda-tanda cuaca ekstrem perlu diantisipasi oleh warga setempat. Imbauan ini terutama berlaku bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan di wilayah yang rawan perubahan cuaca mendadak.
Risiko yang perlu diwaspadai
Peringatan dini ini menyoroti potensi hujan ringan di sejumlah wilayah, disertai kemungkinan angin kencang pada waktu tertentu. Perubahan kondisi atmosfer lokal menjadi faktor utama yang memicu situasi tersebut.
BMKG juga menekankan bahwa massa udara basah masih mendominasi kawasan pesisir dan dataran tinggi Jawa Timur. Kombinasi ini membuat cuaca bergerak labil dan berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi.
Pembaruan prakiraan di wilayah pengamatan
Data terbaru BMKG menunjukkan suhu dan kelembapan yang cukup tinggi di banyak titik pengamatan sepanjang hari ini. Kondisi itu mendukung pembentukan awan konvektif yang dapat berkembang cepat.
Untuk wilayah pengamatan yang tercantum, Pandeglang diprakirakan mengalami hujan ringan pada 25 Juni dengan suhu 23–34 °C dan kelembapan 70–99 persen. Pada 26 Juni wilayah itu diprediksi berawan dengan suhu 24–34 °C dan kelembapan 59–97 persen, lalu berawan lagi pada 27 Juni dengan suhu 24–33 °C dan kelembapan 65–97 persen.
Kabupaten Lebak juga diprakirakan mengalami hujan ringan pada 25 Juni dengan suhu 23–33 °C dan kelembapan 78–95 persen. Setelah itu, wilayah ini diprediksi cerah pada 26 Juni dengan suhu 24–34 °C dan kelembapan 67–94 persen, lalu kembali hujan ringan pada 27 Juni dengan suhu 23–34 °C dan kelembapan 68–97 persen.
Imbauan untuk warga
Warga yang beraktivitas di luar ruangan diminta membawa pelindung hujan dan memantau pembaruan berkala dari saluran komunikasi resmi BMKG Juanda serta BPBD setempat. Informasi koordinasi logistik dan kebencanaan juga dapat diakses melalui pusat data terpadu daerah.
Bagi wilayah seperti Surabaya dan daerah lain di Jawa Timur, pemantauan kondisi cuaca tetap penting karena perubahan atmosfer dapat terjadi dalam waktu singkat. Situasi hari ini menunjukkan bahwa kewaspadaan perlu dijaga sejak pagi hingga malam saat potensi hujan dan angin kencang masih terbuka.
Source: www.pdiperjuanganbali.id






