Gebyar Muharram 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Milad ke-25 Penegakan Syariat Islam dan Milad ke-54 Dewan Masjid Indonesia di Pondok Pesantren Azzainiyyah, Sukabumi, menjadi perhatian karena memadukan peringatan keagamaan, penghormatan kepada para deklarator, dan ajakan memperkuat peran masjid. Kegiatan itu digelar khidmat di Kampung Sinar Barokah, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis malam.
Momentum tersebut juga menjadi ruang pertemuan ulama, umaro, tokoh masyarakat, dan keluarga deklarator Penegakan Syariat Islam Kabupaten Sukabumi. Di tengah rangkaian acara bertema “Dalam Rangka Mewujudkan Kabupaten Sukabumi Mubarokah”, pesan yang menguat justru soal sinergi, pengabdian, dan komitmen menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat.
Penghormatan untuk para deklarator PSI
Pada kesempatan itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menyerahkan kadedeuh kepada para deklarator dan ahli waris deklarator Penegakan Syariat Islam. Penyerahan simbolis juga dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman berupa cinderamata dari DMI dan Iqomah Nusantara kepada seluruh deklarator dan keluarga PSI.
Langkah itu menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan perjuangan para tokoh yang terlibat dalam deklarasi Penegakan Syariat Islam di Kabupaten Sukabumi. Kehadiran keluarga deklarator menegaskan bahwa peringatan ini tidak hanya bernuansa seremonial, tetapi juga mengandung nilai penghormatan sejarah.
KH. Aang Abdullah Zein selaku Pimpinan Pondok Pesantren Azzainiyyah dan Ketua Umum MUI Jawa Barat mengajak jamaah menjadikan Muharram sebagai momentum introspeksi. Ia menekankan pentingnya pengamalan ajaran Islam secara benar dan sungguh-sungguh.
Menurutnya, perjuangan para deklarator PSI 25 tahun lalu lahir dari niat khidmah tanpa balas dan ikhlas tanpa batas demi terwujudnya Sukabumi yang mubarokah. Ia juga menyebut penegakan syariat Islam yang dideklarasikan para ulama dan tokoh saat itu sebagai ikhtiar untuk mengamalkan rukun Islam secara benar dan sungguh-sungguh.
Masjid dan jamaah jadi pusat penguatan umat
KH. Aang juga menyoroti peran pengurus DMI dan Dewan Kemakmuran Masjid dalam melanjutkan perjuangan para deklarator. Ia menilai pengabdian nyata diperlukan agar masjid tetap makmur dan kehidupan umat terus terbina.
Pesan serupa juga datang dari Ketua PW DMI Provinsi Jawa Barat, KH. Mohammad Mansur Syaerozi. Ia mengapresiasi pelaksanaan Milad DMI ke-54 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Azzainiyyah dan menegaskan bahwa masjid adalah rumah Allah SWT yang harus dimakmurkan bersama oleh seluruh umat Islam.
Ia menyampaikan bahwa setiap orang yang datang ke masjid dengan niat lillahi ta’ala memiliki kemuliaan di sisi Allah SWT. Karena itu, ia menilai Muharram perlu dijadikan sarana untuk meningkatkan kebiasaan berjamaah dan memakmurkan masjid.
Dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan
Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan bahwa Gebyar Muharram, Milad PSI, dan Milad DMI harus terus dijaga sebagai tradisi keagamaan yang mampu memperkuat karakter masyarakat. Ia menyebut kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak dan berkarakter.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kata dia, menyambut baik dan mendukung seluruh rangkaian kegiatan keagamaan karena secara esensial menopang upaya pembangunan sumber daya manusia. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Muharram sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Asep Japar menegaskan bahwa deklarasi Penegakan Syariat Islam di Kabupaten Sukabumi merupakan hasil kesepakatan dan tekad bersama antara ulama dan umaro. Tujuannya adalah mengamalkan ajaran Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.
Doa untuk pembangunan keagamaan
Di hadapan peserta kegiatan, Bupati Sukabumi juga meminta doa dan dukungan masyarakat terhadap program pembangunan keagamaan. Salah satu yang disorot adalah rencana keberlanjutan pembangunan Masjid Cisayar Nyalindung pada tahun 2026 agar dapat diselesaikan dengan baik dan memberi manfaat bagi umat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan Deklarasi Penegakan Syariat Islam Kabupaten Sukabumi dan tausiyah kebangsaan serta keagamaan dari Wakil Ketua Umum MUI Pusat Dr. KH. Marsudi Syuhud. Kehadiran berbagai unsur ulama, MUI Jawa Barat, DMI Jawa Barat, LDTQN, NU, serta perangkat daerah memperlihatkan bahwa peringatan ini menjadi titik temu penting bagi penguatan nilai keislaman di Sukabumi.
