Tianneng Bangun Pabrik Baterai EV di Surabaya, Jawa Timur Jadi Pintu Baru Industri Asia Tenggara

Author: Qoo Media

Jawa Timur semakin menguat sebagai magnet investasi kendaraan listrik setelah Tianneng Group memilih Surabaya sebagai basis produksi baterai EV di Indonesia. Langkah ini menempatkan provinsi tersebut dalam posisi penting untuk memasok kebutuhan baterai yang terus naik di pasar domestik hingga Asia Tenggara.

Pilihan lokasi di kawasan perbatasan Surabaya-Sidoarjo juga menunjukkan pertimbangan industri yang matang. Wilayah ini dinilai punya ekosistem manufaktur yang kuat, jaringan logistik yang efisien, serta kedekatan dengan pelanggan dan mitra bisnis.

Tiga alasan utama memilih Jawa Timur

President of International Business Tianneng, Eric Xu, menyebut ada tiga faktor utama di balik keputusan perusahaan. Mayoritas konsumen berada di Pulau Jawa, akses logistik lebih efisien, dan sebagian besar mitra industri perusahaan juga beroperasi di kawasan Surabaya.

Eric menegaskan bahwa lokasi pelanggan, jaringan logistik, dan mitra industri di Jawa Timur menjadi dasar utama pembangunan fasilitas produksi. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian operasional pabrik di Surabaya, Kamis (25/6).

Penguatan rantai pasok industri EV

Tianneng juga menandatangani kerja sama strategis dengan PT Tri Mega Baterindo, Goda, U-Winfly, GreenTech, dan Aima. Kemitraan ini ditujukan untuk memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik nasional.

Kehadiran fasilitas produksi tersebut dipandang akan memperluas kolaborasi antara pelaku industri dalam negeri dan investor global. Pemerintah daerah menilai investasi ini bisa mendorong ekosistem EV berkembang lebih cepat.

Kepala Dinas Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati, menyebut langkah Tianneng sejalan dengan agenda pemerintah dalam mempercepat transisi energi dan mengembangkan ekonomi hijau. Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Jawa Timur untuk memberi kemudahan layanan investasi agar proyek berkembang berkelanjutan.

Strategi baru Tianneng di Indonesia

Chairman Tianneng Group, Zhang Tianren, menilai transformasi energi dunia sudah menjadi arah baru yang tak bisa dihindari. Karena itu, perusahaan terus mengembangkan teknologi penyimpanan energi dari baterai timbal-asam, lithium, hidrogen, natrium, hingga baterai solid-state.

Indonesia dipandang sebagai pasar strategis dalam ekspansi global perusahaan. Kehadiran pabrik di Jawa Timur juga menandai perubahan strategi Tianneng dari sekadar mengekspor produk menjadi membangun kapasitas produksi langsung di negara tujuan investasi.

Teknologi baterai untuk iklim tropis

Tianneng juga membawa teknologi baterai yang disesuaikan dengan kondisi iklim tropis Asia Tenggara. Untuk baterai timbal-asam, perusahaan memperkenalkan Tianneng Durable Series yang diklaim mampu meningkatkan jarak tempuh sekitar 10–15 persen dan memperpanjang usia pakai hingga dua kali lipat pada suhu operasional mencapai 45 derajat Celsius.

Pada lini baterai lithium, Tianneng menggunakan desain berstandar IP67 yang tahan terhadap debu dan perendaman air. Sementara itu, baterai solid-state yang masih dikembangkan memiliki kepadatan energi hingga 350 Wh/kg, dengan kemampuan menempuh jarak sekitar 60 persen lebih jauh dibandingkan baterai berbasis Lithium Iron Phosphate atau LFP.

Masuknya investasi ini semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur, pasar yang besar, dan ekosistem manufaktur yang berkembang, provinsi ini kian menarik bagi investor global yang membangun rantai pasok EV di Asia Tenggara.

Source: listrikindonesia.com
Terbaru