Harga BBM Turun Mulai Awal Bulan, Simak Daftar Lengkap dan Dampaknya untuk Konsumen

Sejak 1 Februari 2026, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia mengalami penurunan serentak pada empat jaringan SPBU utama, yaitu Pertamina, Shell, BP, dan Vivo. Penurunan ini mengikuti tren harga minyak mentah dunia yang berfluktuasi dan menurun pada bulan awal tahun.

Penyesuaian harga BBM memang rutin dilakukan setiap awal bulan untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar global. Kali ini, penurunan harga bervariasi mulai dari puluhan hingga beberapa ratus rupiah per liter di berbagai merek BBM.

Penurunan Harga BBM per Jaringan SPBU
Pertamina menurunkan harga jual BBM mulai dari Rp 100 hingga Rp 700 per liter. Shell memberikan diskon antara Rp 80 sampai Rp 760 per liter. BP membuat penyesuaian harga dengan pengurangan dari Rp 260 hingga Rp 690 per liter. Sedangkan Vivo mencatatkan penurunan harga BBM antara Rp 10 sampai Rp 650 per liter.

Penyesuaian ini berlaku khususnya di wilayah Pulau Jawa, salah satu pasar BBM terbesar di Indonesia. Berikut ini rincian harga BBM terbaru yang berlaku mulai 1 Februari 2026:

Daftar Harga BBM di Pertamina

  1. Pertamax (RON 92): Rp 11.800 per liter
  2. Pertamax Turbo (RON 98): Rp 12.700 per liter
  3. Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 12.450 per liter
  4. Dexlite (CN 51): Rp 13.250 per liter
  5. Pertamina Dex (CN 53): Rp 13.500 per liter
  6. Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter
  7. Biosolar (CN 48): Rp 6.800 per liter

Daftar Harga BBM di Shell

  1. Shell Super (RON 92): Rp 12.050 per liter
  2. Shell V-Power (RON 95): Rp 12.500 per liter
  3. Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp 12.720 per liter
  4. Shell V-Power Diesel (CN 51): Rp 13.600 per liter

Daftar Harga BBM di BP

  1. BP 92 (RON 92): Rp 12.050 per liter
  2. BP Ultimate (RON 95): Rp 12.500 per liter
  3. BP Ultimate Diesel (CN 53): Rp 13.600 per liter

Daftar Harga BBM di Vivo

  1. Revvo 92 (RON 92): Rp 12.700 per liter
  2. Revvo 95 (RON 95): Rp 12.500 per liter
  3. Diesel Primus Plus (CN 51): Rp 13.610 per liter

Penurunan harga ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang sangat bergantung pada bahan bakar untuk kebutuhan transportasi dan usaha. Pengelola SPBU juga menyatakan bahwa perubahan harga ini bersifat dinamis dan akan terus disesuaikan sesuai kondisi pasar minyak dunia serta kebijakan pemerintah.

Konsumen disarankan untuk memantau terus perkembangan harga BBM agar dapat mengatur pengeluaran dengan bijak. Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari upaya menjaga kestabilan ekonomi dan mengantisipasi perubahan harga global yang berdampak langsung pada harga jual bahan bakar di Indonesia.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id

Terkait